Kembali ke Farmakologi

Tetanus — Titik Tangkap Obat pada Rantai Toksin (4 Babak)

Empat babak: urutkan rantai patofisiologi tetanospasmin, tempatkan tiap kelas obat di titik rantai yang ia putus, jawab konsekuensi klinis (kenapa antitoksin harus dini, kenapa bukan penisilin, kenapa bukan beta-blocker), lalu susun bundel tatalaksana: 3 pilar wajib + 1 pilar sesuai keparahan.

1
2
3
4
Babak 1 — Urutkan Rantai Patofisiologi Toksin Tetanus (HULU → HILIR)

Susun 5 tahap dari luka sampai manifestasi klinis. Tiap tahap = titik yang bisa diputus obat. Gunakan panah untuk memindah.

1
Spasme & Disfungsi Otonom
Motor neuron alfa hiperaktif tak terinhibisi → spasme, rigiditas, badai otonom (Ablett III–IV). Titik: MgSO4 untuk spasme + otonom.
2
Luka & Germinasi Spora
Spora C. tetani masuk luka anaerob, germinasi jadi bentuk vegetatif, memproduksi tetanospasmin. Titik: antibiotik + wound care.
3
Produksi & Ambilan Toksin di NMJ
Tetanospasmin diambil ujung saraf motorik di neuromuscular junction. Titik: antitoksin menetralkan toksin BEBAS di sirkulasi.
4
Transpor Aksonal Retrograd
Toksin bergerak mundur sepanjang akson ke kornu anterior medula spinalis. Jendela antitoksin menyempit begitu toksin internalisasi.
5
Blokade GABA/Glisin (potong SNARE)
Di sel Renshaw, toksin memotong sinaptobrevin/VAMP2 → GABA & glisin gagal dilepas. Titik: benzodiazepin memulihkan tonus inhibisi GABA.