Kembali ke Protokol Terapi
H

Protokol HIV & Infeksi Oportunistik

Reasoning & skill tatalaksana — WHO HIV · Kemenkes · NIH/IDSA OI

Latih penalaran klinis HIV & infeksi oportunistik berbasis kasus: kapan memulai/menunda ARV, koinfeksi TB-HIV (OAT dulu, timing ARV berbasis CD4, interaksi rifampisin & double-dose dolutegravir), penurunan kesadaran mengarah toksoplasmosis vs ensefalopati HIV, dan sesak napas membedakan TB vs PCP. Setiap keputusan dapat ditinjau ulang beserta alasannya (audit), bukan sekadar skor.

Pilih Kasus

Laki-laki 34 th, HIV baru + TB paru (CD4 38). Kapan mulai OAT & ARV, penyesuaian rifampisin.

Lanjut
~20 menit
Lihat fokus belajar (spoiler)
  • Menentukan urutan memulai terapi pada koinfeksi
  • Menetapkan timing terapi antiretroviral berbasis imunologi
  • Mengenali pengecualian timing pada keterlibatan tertentu
  • Menyesuaikan regimen terhadap interaksi obat
  • Menentukan indikasi profilaksis infeksi oportunistik
  • Mengenali sindrom pemulihan imun & membedakannya dari gagal terapi

Perempuan 29 th, AIDS (CD4 62) putus ARV, nyeri kepala + hemiparesis + kejang fokal. Lesi otak.

Lanjut
~20 menit
Lihat fokus belajar (spoiler)
  • Menentukan urutan pencitraan & tindakan pada defisit fokal
  • Mengarahkan diagnosis dari pola pencitraan & imunologi
  • Memilih terapi definitif yang tepat
  • Mengenali terapi penyerta yang wajib menyertai
  • Menentukan indikasi kortikosteroid & antikonvulsan secara selektif
  • Menetapkan timing terapi antiretroviral & jadwal evaluasi

Laki-laki 41 th, HIV baru (CD4 45), sesak progresif + batuk kering + desaturasi saat aktivitas.

Lanjut
~20 menit
Lihat fokus belajar (spoiler)
  • Membedakan penyebab keluhan respiratorik dari pola klinis
  • Memulai terapi empiris segera saat dicurigai
  • Memilih terapi definitif dengan dosis & durasi yang tepat
  • Menentukan indikasi kortikosteroid tambahan
  • Menetapkan timing terapi antiretroviral
  • Menentukan profilaksis sekunder & kriteria penghentiannya

Laki-laki 36 th, HIV lanjut (CD4 28), ARV putus. Mata kanan kabur progresif + floaters + skotoma perifer.

Lanjut
~15 menit
Lihat fokus belajar (spoiler)
  • Menegakkan diagnosis secara klinis, bukan dari serologi
  • Menentukan modalitas terapi berdasarkan zona lesi
  • Memilih terapi induksi lini pertama & durasinya
  • Menentukan lama terapi rumatan hingga kriteria penghentian
  • Menetapkan timing antiretroviral & mengantisipasi pemulihan imun
  • Memantau toksisitas terapi secara tepat
  • Menjelaskan prognosis secara akurat & jujur

Alat pelatihan — bukan pengganti penilaian klinisi yang merawat maupun PPK/PPRA setempat.