Kembali ke Protokol Terapi
M

Protokol Malaria

Reasoning & skill tatalaksana — PNPK 2019 / WHO 2022

Latih penalaran klinis malaria berbasis kasus: klasifikasi, pemilihan obat, peracikan artesunat, keamanan, dan monitoring untuk mencegah rekurensi. Setiap keputusan dapat ditinjau ulang beserta alasannya (audit), bukan sekadar skor.

Simulasi Cockpit (Turn-based)

Pilih Kasus

Laki-laki 28 th, pulang dari area endemik (Papua), demam menggigil periodik 4 hari.

Menengah
~15 menit
Lihat fokus belajar (spoiler)
  • Mengklasifikasikan malaria berat vs tanpa komplikasi
  • Memilih terapi lini pertama yang tepat
  • Menentukan terapi anti-relaps sesuai spesies & syaratnya
  • Mengevaluasi parasit kuantitatif & membedakan pola kegagalan

Perempuan 34 th, dari area endemik, demam 5 hari dengan perburukan klinis.

Lanjut
~20 menit
Lihat fokus belajar (spoiler)
  • Mengenali kriteria malaria berat
  • Memilih terapi parenteral lini pertama
  • Menguasai keterampilan peracikan & pemberian obat
  • Merencanakan terapi lanjutan & memantau keamanan

Perempuan 26 th, hamil 22 minggu, dari area endemik, demam menggigil 3 hari.

Lanjut
~18 menit
Lihat fokus belajar (spoiler)
  • Menyadari kehamilan mengubah pilihan, bukan menunda terapi
  • Memilih regimen sesuai trimester
  • Mengenali obat yang kontraindikasi pada kehamilan
  • Menangani malaria berat & rekurensi pada kehamilan

Laki-laki 30 th sehat, dari Jawa, akan bertugas 6 minggu ke area endemik (Papua). Konsultasi pra-perjalanan.

Menengah
~15 menit
Lihat fokus belajar (spoiler)
  • Menerapkan kerangka pencegahan malaria pelancong
  • Memutuskan strategi pencegahan berdasar penilaian risiko
  • Memilih obat & jadwal untuk area resisten
  • Menyesuaikan pada kelompok khusus & pencegahan relaps

Laki-laki 32 th, kontrol hari ke-21 pasca-DHP, tidak demam

Lanjut
~15 menit
Lihat fokus belajar (spoiler)
  • Membedakan jenis rekurensi malaria berdasarkan waktu dan spesies
  • Peran pemeriksaan parasitologis dalam evaluasi pengobatan
  • Memilih terapi pada dugaan kegagalan pengobatan
  • Menyusun jadwal pemantauan pasca-terapi

Perempuan 27 th, demam vivax kambuh minggu ke-6, belum cek G6PD

Lanjut
~15 menit
Lihat fokus belajar (spoiler)
  • Mengenali kekambuhan vivax dan implikasinya pada terapi radikal
  • Peran pemeriksaan G6PD sebelum terapi radikal
  • Menyesuaikan regimen berdasarkan status enzim
  • Memantau keamanan terapi radikal

Tiga pasien rawat jalan dengan malaria yang "kambuh" pasca-terapi — tentukan mekanisme & terapinya.

Lanjut
~15 menit
Lihat fokus belajar (spoiler)
  • Membedakan rekrudesensi, relaps, dan reinfeksi dari jendela 28 hari, spesies, dan pajanan
  • Menyadari relaps sejati hanya pada spesies berhipnozoit (vivax/ovale), bukan falciparum
  • Memilih terapi yang tepat untuk tiap mekanisme (ganti ACT vs ulang DHP vs infeksi baru)
  • Menerapkan primakuin sesuai tujuan: radikal 14 hari (vivax) vs dosis tunggal gametosidal (falciparum)

Alat pelatihan — bukan pengganti penilaian klinisi yang merawat maupun PPK/PPRA setempat.