Kembali ke Hub Protokol

Protokol Demam Tifoid

Reasoning tatalaksana demam tifoid: skrining Skor Nelwan (cut-off ≥10), kultur darah gold standard vs Widal, stewardship lini WHO (azitromisin/ seftriakson), serta percabangan tifoid toksik (ensefalopati) dan komplikasi gastrointestinal (perdarahan/perforasi usus).

Rujukan: WHO enteric fever · Skor Nelwan (PLoS ONE 2023) · MSF Medical Guidelines

3 skenario
18 tujuan pembelajaran

Laki-laki 24 th, demam >1 minggu pola sore-malam + gejala GI, bradikardia relatif & lidah tifoid. Rawat jalan.

Menengah ~18 mnt
Lihat fokus belajar (spoiler)
  • Skrining terstruktur dengan Skor Nelwan (cut-off >=10)
  • Kultur darah sebelum antibiotik; tidak mengandalkan Widal titer tunggal
  • Azitromisin sebagai lini WHO untuk tifoid tanpa komplikasi
  • Kloramfenikol usang; fluorokuinolon tidak untuk terapi empiris (resistensi Asia)
  • Dosis/durasi disesuaikan pola kepekaan lokal & PK/PD
  • Edukasi warning sign komplikasi & tindak lanjut kultur

Perempuan 30 th, demam 12 hari kini penurunan kesadaran/delirium tanpa rangsang meningeal. Tifoid toksik.

Lanjut ~20 mnt
Lihat fokus belajar (spoiler)
  • Mengenali tifoid toksik (penurunan kesadaran = 2 poin Nelwan)
  • Menyingkirkan meningitis bakterial SEBELUM kortikosteroid (CSF normal)
  • Seftriakson IV empiris untuk tifoid berat
  • Deksametason terindikasi: regimen MSF (1 mg/kg lalu 0,25/6j x48j) atau 3x5 mg
  • Eskalasi meropenem 2 g extended-infusion 4 jam tiap 8 jam bila XDR
  • Monitoring & optimasi PK/PD sesuai kepekaan

Laki-laki 28 th, tifoid minggu-3 dengan melena + nyeri perut hebat, defans & bising usus menurun. Syok awal.

Lanjut ~20 mnt
Lihat fokus belajar (spoiler)
  • Mengenali komplikasi GI tifoid (perdarahan/perforasi) minggu ke-2-3
  • Resusitasi hemodinamik lebih dulu pada syok
  • Membedakan perforasi (defans, bising usus turun) vs perdarahan
  • Perforasi = kedaruratan bedah, jangan tunda laparotomi
  • Eskalasi cakupan anaerob/polimikrobial pasca-perforasi
  • De-eskalasi terarah kepekaan & monitoring pasca-op