Ringkasan Komprehensif Manajemen Kasus Dengue (WHO SEARO, 2025)#
Ringkasan ini mencakup klasifikasi klinis, perjalanan penyakit, protokol diagnosis, manajemen perawatan di rumah, tanda bahaya, dan penanganan gawat darurat berdasarkan dokumen "Dengue Case Management for Primary Health Care and Home-Based Care".
1. Epidemiologi dan Klasifikasi Klinis#
[cite_start]Dengue adalah infeksi virus yang ditularkan nyamuk dengan beban penyakit yang tinggi di Asia Tenggara[cite: 40, 41].
- [cite_start]Asimtomatik: Sekitar 80-90% individu yang terinfeksi tidak menunjukkan gejala[cite: 68].
- [cite_start]Masa Inkubasi: 3–14 hari[cite: 69].
Klasifikasi Penyakit#
- [cite_start]Undifferentiated Febrile Illness: Penyakit ringan seperti flu, tanpa gejala klasik, berlangsung beberapa hari[cite: 72, 73].
- [cite_start]Dengue Fever (DF): Penyakit self-limiting (3–7 hari) dengan gejala demam, sakit kepala, nyeri otot/tulang (breakbone fever), nyeri retro-orbital, ruam, dan manifestasi perdarahan ringan[cite: 74, 75].
- [cite_start]Dengue Haemorrhagic Fever (DHF): Gejala awal mirip DF, namun berkembang menjadi kebocoran plasma (plasma leakage) dan kecenderungan perdarahan saat demam turun[cite: 78, 79].
- [cite_start]Expanded Dengue Syndrome (EDS): Manifestasi berat (biasanya DHF/DSS) yang melibatkan kerusakan organ (hati, ginjal, otak), sering terkait syok berkepanjangan, koinfeksi, atau komorbid[cite: 81, 82].
2. Perjalanan Alamiah Penyakit (Natural Course)#
A. Fase Demam (Febrile Phase)#
- [cite_start]Durasi: 2–7 hari[cite: 128].
- [cite_start]Gejala: Demam tinggi mendadak (terutama anak), sakit kepala, nyeri tubuh umum, nyeri belakang mata, ruam makulopapular, dan perdarahan (petechiae, mimisan, gusi berdarah, urin gelap) [cite: 136-144].
- [cite_start]Catatan: Sulit membedakan DF dan DHF pada fase ini; monitoring ketat diperlukan[cite: 148, 149].
B. Fase Kritis/Kebocoran (Critical/Leakage Phase)#
- [cite_start]Waktu: Terjadi saat demam turun (defervescence), berlangsung 24–48 jam[cite: 132, 188].
- [cite_start]Patofisiologi: Kebocoran plasma dari pembuluh darah ke rongga perut dan dada[cite: 114].
- [cite_start]Risiko: Kebocoran signifikan dapat menyebabkan Syok (Dengue Shock Syndrome/DSS)[cite: 191].
- [cite_start]Kelompok Risiko Tinggi: Bayi <1 tahun, obesitas, wanita hamil, lansia, pasien dengan komorbid (diabetes, hipertensi, jantung, ginjal), dan pengguna antikoagulan/NSAID [cite: 204-213].
C. Fase Pemulihan (Convalescent Phase)#
- [cite_start]Waktu: Dimulai setelah kebocoran berhenti (setelah 24-48 jam fase kritis), reabsorpsi cairan berlangsung 48–72 jam[cite: 224].
- [cite_start]Tanda Klinis: Perbaikan kondisi umum, nafsu makan membaik, bradikardia, diuresis (banyak kencing), dan naiknya trombosit [cite: 216-221].
- [cite_start]Tanda Khas: Convalescent rash (ruam petechiae menyatu dengan area putih white halo di ekstremitas) yang terasa gatal (terutama di telapak tangan/kaki)[cite: 219].
3. Diagnosis dan Pemeriksaan Penunjang#
- [cite_start]Kecurigaan Klinis: Pasien demam $\ge$ 2 hari di daerah endemis[cite: 235].
Uji Bendung (Tourniquet Test)#
- [cite_start]Prosedur: Inflasi manset tensimeter di titik tengah (sistolik+diastolik bagi 2) selama 5 menit[cite: 243, 244].
- [cite_start]Positif: $\ge$ 10 petechiae per inci persegi di lengan bawah setelah kulit kembali normal[cite: 246].
- Sensitivitas: Meningkat seiring waktu; [cite_start]Hari ke-1 (45%) vs Hari defervescence (90%)[cite: 258, 262].
Interpretasi Darah Lengkap (CBC)#
- [cite_start]Leukopenia (WBC $\le$ 5.000): Sugestif infeksi dengue; demam biasanya turun dalam 24 jam (tanda mendekati fase kritis pada DHF)[cite: 270].
- Trombositopenia:
- [cite_start]$\le$ 150.000: Sugestif dengue[cite: 267].
- [cite_start]$\le$ 100.000: Memasuki fase kritis, butuh monitoring ketat di RS[cite: 271].
- [cite_start]$\le$ 50.000: Sugestif kebocoran plasma yang sudah berlangsung >24 jam[cite: 273].
- Hematokrit (HCT):
- [cite_start]Naik >10-15%: Tanda awal kebocoran plasma[cite: 274].
- [cite_start]Naik $\ge$ 20%: Kebocoran plasma signifikan[cite: 275].
Antigen NS1#
- [cite_start]Paling optimal pada 3–4 hari pertama demam[cite: 287].
- [cite_start]Hasil negatif tidak menyingkirkan diagnosis dengue[cite: 291].
4. Manajemen Perawatan di Rumah (Home-Based Care)#
[cite_start]Hanya untuk pasien stabil dengan trombosit > 100.000/mm$^3$ dan tanpa warning signs[cite: 310, 312].
Protokol Monitoring#
- [cite_start]Periksa CBC setiap hari mulai hari ke-3 demam[cite: 301, 316].
- Frekuensi CBC:
- [cite_start]Trombosit > 120.000: Cek 1x sehari[cite: 319].
- [cite_start]Trombosit 100.000 – 120.000: Cek 2x sehari[cite: 320].
- [cite_start]Penurunan cepat trombosit: Pertimbangkan rawat inap[cite: 321].
Medikasi Simtomatis#
- [cite_start]Demam: Parasetamol (Acetaminophen)[cite: 330].
- [cite_start]Dosis Anak: 10 mg/kg (tiap 6 jam) atau 15 mg/kg (tiap 8 jam)[cite: 331].
- [cite_start]Dosis Maksimal Anak: 60 mg/kg/hari[cite: 331].
- [cite_start]Dosis Dewasa: 500 mg - 1 g tiap 6 jam (Maksimal 4 g/hari)[cite: 332].
- [cite_start]Jika demam > 38.5°C: Kompres tepid sponge (air hangat kuku)[cite: 335].
- [cite_start]Muntah: Domperidone 0.2–0.4 mg/kg/dosis (anak <35kg) atau 10 mg (dewasa), 3-4x sehari (maks 40mg/hari)[cite: 345].
- [cite_start]KONTRAINDIKASI: Jangan gunakan NSAID (Ibuprofen, Diklofenak, Asam Mefenamat) atau Steroid (Dexamethasone) karena risiko perdarahan GI dan cedera hati/ginjal[cite: 337].
Manajemen Cairan & Nutrisi#
- [cite_start]Jenis Cairan: Oralit (ORS), jus buah, air kelapa, susu, sup[cite: 357].
- [cite_start]Hindari: Air putih tawar berlebih (risiko ketidakseimbangan elektrolit) dan makanan berwarna merah/cokelat/hitam[cite: 355, 362].
- Volume Target Cairan:
- [cite_start]Anak: 3–5 mL/kg/jam[cite: 366].
- [cite_start]Dewasa: 200 mL/jam (siang hari)[cite: 367, 368].
- [cite_start]Target Output Urin: Minimal 0.5 mL/kg/jam[cite: 390].
5. Tanda Bahaya (Warning Signs)#
Muncul saat demam turun. [cite_start]Jika ada, pasien harus segera dirujuk ke RS[cite: 196, 402].
- [cite_start]Tidak ada perbaikan klinis atau memburuk saat demam turun[cite: 196].
- [cite_start]Nyeri perut hebat[cite: 197].
- [cite_start]Muntah persisten (>3 kali/hari)[cite: 198].
- [cite_start]Letargi, gelisah, atau iritabilitas[cite: 199].
- [cite_start]Perdarahan mukosa (gusi, hidung, muntah darah, BAB hitam, menstruasi berlebih, urin gelap)[cite: 201, 202].
- [cite_start]Akral dingin, pucat[cite: 203].
- [cite_start]Tidak buang air kecil selama 4–6 jam[cite: 200].
- [cite_start]Laboratorium: Penurunan trombosit cepat disertai peningkatan HCT[cite: 411, 412].
6. Manajemen Gawat Darurat: Syok (DSS)#
[cite_start]Syok biasanya terjadi setelah 24 jam fase kritis dimulai[cite: 191].
Tanda Klinis Syok#
- [cite_start]Sadar tapi lemah, bisa berjalan/bicara[cite: 192, 433].
- [cite_start]Berkeringat, pusing/pingsan, gelisah [cite: 436-438].
- [cite_start]Akral dingin, takikardia (nadi cepat & lemah)[cite: 445, 446].
- [cite_start]Capillary Refill Time (CRT) memanjang ($\ge$ 3 detik)[cite: 447].
- [cite_start]Tekanan nadi menyempit atau hipotensi postural[cite: 448, 449].
- [cite_start]Output urin kurang/absent selama 4-6 jam[cite: 451].
Resusitasi Awal Sebelum Transfer#
- [cite_start]Akses IV: Berikan Normal Saline (NaCl) $\pm$ Dektrosa 5%[cite: 458].
- [cite_start]Anak: 10 mL/kg/jam[cite: 458].
- [cite_start]Dewasa: 500 mL/jam[cite: 458].
- [cite_start]Jika IV Gagal & Pasien Sadar: Berikan ORS per oral sedikit tapi sering[cite: 457].
- [cite_start]Anak: 10 mL/kg/jam[cite: 457].
- [cite_start]Dewasa: 1 L/jam[cite: 457].
- [cite_start]Evaluasi: Jika tensi stabil setelah 1 jam, kurangi infus menjadi 60 mL/jam (anak <6 th) atau 120 mL/jam (>6 th/dewasa)[cite: 459].
- Koreksi Tambahan (jika tersedia):
- [cite_start]Oksigen via masker[cite: 462].
- [cite_start]Cek Gula Darah: Koreksi hipoglikemia[cite: 461].
- [cite_start]Koreksi Hipokalsemia: Calcium gluconate 1 mL/kg (max 10 mL) dalam D5W, dorong pelan 5-10 menit[cite: 466].
- [cite_start]Koreksi Asidosis (NaHCO3) jika tidak respon cairan dalam 15-30 menit[cite: 467].
7. Edukasi Pemulangan (Discharge Advice)#
- [cite_start]Hindari aktivitas berat/trauma fisik selama 2 minggu[cite: 230].
- [cite_start]Tunda prosedur invasif (cabut gigi, operasi elektif, vaksinasi, suntikan) selama 2 minggu, atau sampai trombosit $\ge$ 100.000/mm$^3$[cite: 231].