TropiDx
Suite Clinical Decision Support System berbasis Android untuk diagnostik, stratifikasi, dan pemilihan antibiotik pada kasus infeksi & tropis — dirancang untuk realitas RSDM.
Mengapa TropiDx v2?
Versi sebelumnya menyediakan empat modul diagnostik. Versi baru menutup dua gap kritis yang belum terjawab oleh CDSS mana pun di Indonesia: upstream reasoning (InfexiLogic — apakah ini benar infeksi?) dan downstream prescribing (RxLogic — antibiotik mana yang tepat berdasarkan antibiogram RSDM + AWaRe WHO 2023).
Instrumen CDSS internasional (MeMed BV, FebriDx, UpToDate, Sanford Guide) mengasumsikan infeksi sudah pasti dan mengabaikan data resistensi lokal. Di bangsal RSDM, 63–65% E. coli sudah ESBL, 55–61% A. baumannii CRAB, dan seftriakson hanya 27–46% sensitif untuk E. coli — sehingga pedoman generik sering kali bukan pilihan empiris yang valid.
Yang membedakan RxLogic bukan hanya rekomendasi antibiotik, tapi transparansi alur pikir klinis di baliknya. Setiap langkah — dari identifikasi sindrom, stratifikasi severity, kalkulasi risiko MDRO, lookup antibiogram lokal, hingga filter AWaRe — diekspos secara eksplisit, sehingga klinisi dan PPDS tidak hanya tahu apa antibiotik yang direkomendasikan, tapi memahami mengapa. Output akhir dilengkapi rationale "why" (alasan dipilih) dan "why not" (alasan kandidat lain didrop, misal: alergi, resistensi tinggi, atau tier Reserve tanpa approval). Pendekatan ini menjadikan RxLogic bukan sekadar kalkulator, tetapi alat edukasi prescribing yang transparan dan dapat diaudit.
Alur klinis lengkap dari keluhan ke regimen:
Enam Modul, Satu Alur Pikir
InfexiLogic
v1.2Slot 1 · UpstreamProbabilitas Infeksi dari Keluhan Mentah — sebelum asumsi "suspected infection".
- 4 entry point: Demam · Penurunan Kesadaran · Sesak Nafas · Leukositosis
- Cascading 2-layer: Layer 1 (gejala + lab dasar) → gating emergensi (CNS infection, febrile neutropenia) → Layer 2 skor tervalidasi
- Scoring tool ter-encode: Nelwan (tifoid), WHO 2009 (dengue), Faine (leptospirosis), WHO 2023 (malaria), IDSA 2011 (FN)
- Output: probabilitas sigmoid + red flags + DDx + rekomendasi kerja-up spesifik
FeverDx
v2Slot 2 · Diagnostik DemamKlasifikasi 5-arah demam: Bakteri · Viral · Atipikal · Tropik Endemik · Non-Infeksi.
- Arsitektur 2-tier cascade: Tier 1 hanya parameter klinis → Tier 2 menambahkan CBC/CRP/PCT
- Pola diskordansi CRP-PCT dipakai sebagai sinyal infeksi atipikal
- Kategori "Tropik Endemik" (dengue/tifoid/lepto) — gap yang terlewat oleh CDSS Barat
- 27 referensi klinis terintegrasi di modul
Skor Diferensial Patogen
v1.1Slot 3 · Pre-kulturPrediksi bipolar Gram-positif vs Gram-negatif untuk luka & SSTI — sebelum hasil kultur keluar.
- 15 parameter klinis dengan diverging bar skor GP/GN
- Revisi v1.1: 4 parameter baru, bobot riwayat MRSA disesuaikan, split DFI/imunokompromis
- Caveat lokasi abses (rektal/perineal → skew GN)
Pneumonia Predictor
ATS/IDSA 2019Slot 4 · Risk StratificationStratifikasi resistensi — bukan prediksi patogen spesifik.
- Output: anti-MRSA · anti-Pseudomonas · standard CAP coverage
- Selaras dengan ATS/IDSA 2019 (menggantikan konsep HCAP yang sudah ditinggalkan)
- Sputum color dikecualikan karena spesifisitas rendah per literatur
RxLogic
v1.0Slot 5 · DownstreamPanduan pemilihan antibiotik 6-langkah — berbasis antibiogram RSDM + AWaRe WHO 2023 + Permenkes 28/2021.
- 6 langkah deliberate: Sindrom → Severity/Host → MDRO Risk → Antibiogram Lookup → AWaRe Filter → Kultur + Reasses 48-72j
- Data antibiogram RSDM real: 51 entri + 12 tren MDRO (Jan 2024–Jun 2025 KPRA)
- Graceful fallback 4-level saat kombinasi organisme/ruang/spesimen/tahun tidak tersedia
- AWaRe classifier 70+ antibiotik — Access / Watch / Reserve
- CDC 4-pertanyaan time-out di jam ke-48–72 + timer + share regimen
- RegimenCard: pilihan utama · alternatif · rationale "why" & "why not"
- Cross-link inbound prefilled dari Sepsis Hub AB Bridge, Pneumonia Dx, dan FeverDx
Sepsis Hub
SSC 2026Slot 6 · Sepsis ToolkitHub 8-alat untuk sepsis & syok septik — selaras Surviving Sepsis Campaign 2026.
- Likelihood Classifier 4-tingkat (unlikely/possible/probable/definite) per SSC 2026
- qSOFA · SOFA · NEWS2 · MEWS — kalkulator tervalidasi
- AB Bridge — regimen empirik cepat 8-source untuk window ≤1 jam syok septik
- Bundle 1-jam / 3-jam, fluid calculator, vasopressor guidance
- Cross-link ke FeverDx, Skor Patogen, dan (baru) RxLogic
Bagaimana Keenam Modul Saling Bekerja
TropiDx tidak dimaksudkan dipakai berurutan kaku. Klinisi masuk dari pintu yang relevan dengan kasusnya — tapi seluruh alur pikir tersedia saat dibutuhkan.
Skenario 1 — Pasien demam tanpa fokus jelas:
InfexiLogic (Demam) → kalau probable bakteri → FeverDx Tier 2 untuk refinement → kalau berat → Sepsis Hub Likelihood Classifier → RxLogic untuk regimen akhir.
Skenario 2 — Pasien SSTI bangsal:
Skor Patogen v1.1 memberi prediksi GP vs GN pre-kultur → RxLogic step 1 pilih SSTI, antibiogram RSDM lookup → regimen AWaRe-aligned.
Skenario 3 — Pasien pneumonia HAP + syok septik:
Pneumonia Predictor (anti-MRSA + anti-Pseudomonas) → Sepsis Hub AB Bridge (empirik ≤1 jam) → RxLogic (deliberate + timer reasses 48-72j dengan CDC checklist).
Panduan Singkat
- 1
Instal APK di Android.
- 2
Pilih modul sesuai pertanyaan klinis: upstream ("apakah infeksi?") → InfexiLogic; refinement demam → FeverDx; pre-kultur SSTI → Skor Patogen; sepsis/syok → Sepsis Hub; pneumonia → Pneumonia Dx; pilih AB → RxLogic.
- 3
RxLogic — lengkapi 6 langkah berurutan. Antibiogram lookup akan graceful-fallback kalau kombinasi spesifik tidak tersedia (banner biru akan muncul sebagai notifikasi transparansi).
- 4
Gunakan AWaRe tier filter dengan bijak: default Prefer Access First ON, Reserve Approved OFF. Aktifkan Reserve hanya setelah persetujuan KPRA sesuai Permenkes 28/2021.
- 5
Jalankan time-out 48–72 jam dengan CDC checklist di RxLogic step 6: respons klinis? kultur sudah di-review? narrowing mungkin? IV→PO?
- 6
Kalibrasi lokal: antibiogram RSDM yang ter-embed mencakup Jan 2024–Jun 2025. Update tahunan akan dilakukan via rilis versi berikutnya.
Referensi Inti
Kerangka & Stewardship
- WHO. AWaRe classification of antibiotics for evaluation and monitoring of use, 2023. WHO/MHP/HPS/EML/2023.04.
- Kemenkes RI. Permenkes 28/2021 — Pedoman Penggunaan Antibiotik di Fasyankes.
- Kemenkes RI. Permenkes 8/2015 — Program Pengendalian Resistensi Antimikroba (PPRA) di rumah sakit.
- CDC. Core Elements of Hospital Antibiotic Stewardship Programs, 2019 update.
- Tabah A, et al. ESICM/ESCMID antimicrobial de-escalation position statement. Intensive Care Med 2020;46(2):245-265.
Sepsis & Resistensi
- Surviving Sepsis Campaign 2026 — International Guidelines for Management of Sepsis and Septic Shock.
- Tamma PD, et al. IDSA 2024 Guidance on Antimicrobial Resistance in Gram-Negative Infections. Clin Infect Dis 2024;ciae403.
- Kalil AC, et al. IDSA/ATS 2016 HAP/VAP Guidelines. Clin Infect Dis 2016;63(5):e61-e111.
Diagnostik & Antibiogram
- Metlay JP, et al. ATS/IDSA 2019 Diagnosis and Treatment of Adults with CAP. Am J Respir Crit Care Med 2019;200(7):e45-e67.
- CLSI M39-Ed5 (2022) — Standar antibiogram kumulatif.
- Simner PJ, et al. What's New in Antibiograms? J Clin Microbiol 2022;60(10):e02210-21.
- Data Antibiogram RSUD Dr. Moewardi Jan 2024–Jun 2025 (KPRA).
Penyakit Tropis & Demam
- WHO. Dengue: Guidelines for diagnosis, treatment, prevention and control. 2009; revisi 2012.
- WHO. Guidelines for Malaria, 2023 update.
- Faine S, et al. Leptospira and leptospirosis. 2nd ed. MediSci 1999 — kriteria Faine.
- Nelwan RHH. Typhoid fever clinical scoring — referensi Indonesia.
- Freifeld AG, et al. IDSA 2011 febrile neutropenia management. Clin Infect Dis 2011;52:e56-e93.
Disclaimer: TropiDx adalah alat bantu pendidikan dan keputusan klinis. Seluruh modul (termasuk InfexiLogic v1.2 dan RxLogic v1.0) saat ini merupakan minimum viable product yang belum divalidasi prospektif dan tidak menggantikan penilaian klinis komprehensif, kultur mikrobiologi, maupun guideline institusional. Penggunaan merupakan tanggung jawab klinisi.