Clinical Library
Panduan

2023 IDSA Pneumonia Clinical Pathway

Terbit: 2023
Download PDF

Ringkasan Alur Klinis Pneumonia Komunitas (CAP) - IDSA#

Sumber: Infectious Diseases Society of America (IDSA) - CAP Clinical Pathway


1. Ruang Lingkup dan Definisi#

Pedoman ini ditujukan untuk tata laksana Pneumonia Komunitas (CAP) pada pasien dewasa.

Pengecualian (Kriteria Eksklusi): Pedoman ini TIDAK berlaku untuk pasien imunokompromais, yang didefinisikan sebagai:

  • Defisiensi imun bawaan atau didapat.
  • Neutropenia akibat obat.
  • Sedang menerima kemoterapi kanker aktif.
  • Pasien HIV dengan CD4 rendah/supresi.
  • Penerima transplantasi organ padat atau sumsum tulang.

2. Diagnosis Awal#

Tanda dan Gejala#

Kecurigaan CAP muncul jika terdapat gejala baru berupa:

  • Batuk
  • Sesak napas (dyspnea)
  • Nyeri dada pleuritik
  • Produksi sputum
  • Demam
  • Tanda konsolidasi paru pada pemeriksaan fisik (ronki, suara napas bronkial, dll)

Konfirmasi Diagnostik#

  • Pencitraan: Infiltrat paru yang terlihat pada Foto Toraks (CXR) atau CT-Scan diperlukan untuk diagnosis definitif.
  • Jika Pencitraan Negatif: Pertimbangkan diagnosis alternatif (Gagal jantung, Emboli paru, PPOK eksaserbasi, Bronkitis akut, dll).

3. Penilaian Keparahan & Lokasi Perawatan#

Keputusan merawat jalan atau rawat inap didasarkan pada penilaian keparahan penyakit dan saturasi oksigen.

Langkah 1: Penilaian Saturasi Oksigen#

  • Jika SpO2 < 90% pada udara ruangan: Pertimbangkan Rawat Inap.

Langkah 2: Skor Prediksi Risiko#

Gunakan Pneumonia Severity Index (PSI) atau PORT Score sebagai alat utama (lebih disarankan daripada CURB-65).

Skor PSI (PORT)Kelas RisikoRekomendasi Lokasi Perawatan
≤ 70Kelas I - IIRawat Jalan (Risiko rendah)
71 – 90Kelas IIIRawat Jalan atau Rawat Inap Singkat
≥ 91Kelas IV - VRawat Inap (Risiko sedang - tinggi)

Langkah 3: Kriteria CAP Berat (Penentuan Masuk ICU)#

Pasien dikategorikan mengalami CAP Berat jika memenuhi 1 Kriteria Mayor ATAU ≥ 3 Kriteria Minor.

Tipe KriteriaParameter
Kriteria Mayor1. Syok septik yang membutuhkan vasopresor.<br>2. Gagal napas yang membutuhkan ventilasi mekanis.
Kriteria Minor1. Laju napas ≥ 30 kali/menit.<br>2. Rasio PaO2/FiO2 ≤ 250.<br>3. Infiltrat multilobus.<br>4. Konfusi/disorientasi.<br>5. Uremia (BUN ≥ 20 mg/dL).<br>6. Leukopenia (WBC < 4.000).<br>7. Trombositopenia (Platelet < 100.000).<br>8. Hipotermia (Suhu inti < 36°C).<br>9. Hipotensi yang membutuhkan resusitasi cairan agresif.

4. Pengujian Diagnostik Mikrobiologi#

Tidak semua pasien memerlukan kultur. Pengujian disarankan berdasarkan tingkat keparahan dan faktor risiko.

Tes DiagnostikRawat JalanRawat Inap (Non-Berat)Rawat Inap (Berat)
Kultur DarahTidakHanya jika ada faktor risiko MRSA/PseudomonasYA
Kultur SputumTidakHanya jika ada faktor risiko MRSA/PseudomonasYA
Antigen Urin LegionellaTidakHanya jika ada hubungan epidemiologisYA
Antigen Urin PneumokokusTidakTidakYA
Swab Virus (Influenza/COVID)Jika musim virusJika musim virusJika musim virus

5. Tata Laksana Antibiotik Empiris#

Terapi dibagi berdasarkan lokasi perawatan dan adanya komorbiditas atau faktor risiko resistensi.

A. Rawat Jalan (Outpatient)#

Kategori PasienPilihan Antibiotik
Sehat, Tanpa Komorbid1. Amoxicillin 1g (3x sehari), ATAU<br>2. Doxycycline 100mg (2x sehari).<br>(Makrolid hanya jika resistensi Pneumokokus lokal < 25%)
Dengan Komorbiditas*Terapi Kombinasi:<br>• (Amoxicillin/Clavulanate ATAU Cefpodoxime)<br>DITAMBAH (Azithromycin ATAU Doxycycline)<br><br>Monoterapi:<br>• Fluorokuinolon Respirasi (Levofloxacin 750mg / Moxifloxacin 400mg)

*Komorbiditas: Penyakit jantung/paru/ginjal/hati kronis, Diabetes, Alkoholisme, Keganasan, Asplenia.

B. Rawat Inap (Inpatient)#

Kategori PasienRegimen StandarJika Ada Riwayat MRSA/Pseudomonas*
CAP Non-BeratBeta-Laktam + Makrolid:<br>(Ceftriaxone / Ceftaroline / Ampicillin-Sulbactam)<br>+ Azithromycin<br><br>ATAU<br><br>Monoterapi:<br>Fluorokuinolon RespirasiTambahkan cakupan empiris:<br>MRSA: Vancomycin / Linezolid<br>Pseudomonas: Piperacillin-Tazobactam / Cefepime / Meropenem / Aztreonam
CAP Berat (ICU)Beta-Laktam + Makrolid:<br>(Ceftriaxone / Ceftaroline / Ampicillin-Sulbactam)<br>+ Azithromycin<br><br>ATAU<br><br>Beta-Laktam + FluorokuinolonWajib Kultur & Cakupan Empiris:<br>Tambahkan antibiotik anti-MRSA atau anti-Pseudomonas sesuai faktor risiko, lalu de-eskalasi setelah hasil kultur keluar.

*Faktor Risiko MRSA/Pseudomonas: Isolasi bakteri tersebut sebelumnya (prior isolation) atau riwayat rawat inap dengan antibiotik IV dalam 90 hari terakhir.


6. Durasi Terapi dan De-eskalasi#

Durasi Pengobatan#

  • Durasi Minimal: 5 hari.
  • Syarat Penghentian: Pasien harus stabil secara klinis (tanda vital normal, bisa makan per oral, status mental kembali normal) selama setidaknya 48 jam sebelum antibiotik dihentikan.
  • Kecurigaan MRSA/Pseudomonas: Durasi standar adalah 7 hari (dapat disesuaikan berdasarkan respons klinis).

De-eskalasi (Penyesuaian Obat)#

Jika hasil kultur/PCR hidung (Nares PCR) keluar:

  1. MRSA Nares PCR Negatif: Hentikan Vancomycin/Linezolid (Nilai Prediksi Negatif sangat tinggi, sekitar 99% untuk CAP).
  2. Kultur Negatif: Jika tidak ada pertumbuhan MRSA atau Pseudomonas dalam 48 jam, hentikan cakupan antibiotik untuk bakteri tersebut.

7. Catatan Penting#

  • Kortikosteroid: Tidak direkomendasikan secara rutin untuk CAP, kecuali jika pasien mengalami syok septik refrakter atau memiliki indikasi lain (seperti PPOK eksaserbasi atau Asma).
  • Prokalsitonin: Tidak disarankan digunakan untuk memutuskan inisiasi antibiotik pada pasien CAP yang terkonfirmasi secara radiologis.