Clinical Library
Panduan

2026 Surviving Sepsis Campaign

Terbit: 2026
Download PDF

Surviving Sepsis Campaign Guidelines 2026#

Sumber: Prescott HC, Antonelli M, Alhazzani W, et al. Surviving Sepsis Campaign: International Guidelines for Management of Sepsis and Septic Shock 2026. Critical Care Medicine. 2026;54(4):XX–XX.


Pendahuluan#

SSC Guidelines 2026 merupakan pembaruan dari versi 2021, disusun oleh 69 panelis dari 23 negara (38% dari LMIC). Guideline ini mencakup 129 statements untuk pengelolaan sepsis dan syok septik pada dewasa, meliputi:

  • Rekomendasi kuat (strong) → "we recommend"
  • Rekomendasi kondisional (conditional) → "we suggest"
  • Good practice statements
  • Insufficient evidence statements
  • In our practice statements

Metodologi menggunakan GRADE (Grading of Recommendations, Assessment, Development, and Evaluations) dengan Evidence to Decision (EtD) framework.

Terminologi Sepsis dalam Guideline 2026#

KategoriDefinisi
Definite sepsisSepsis terkonfirmasi berdasarkan anamnesis, pemeriksaan klinis, dan tes diagnostik. Diagnosis alternatif sangat tidak mungkin.
Probable sepsisKecurigaan tinggi. Sepsis merupakan diagnosis paling mungkin. Diagnosis alternatif kurang mungkin.
Possible sepsisKecurigaan sedang. Sepsis merupakan diagnosis yang mungkin, namun diagnosis alternatif juga mungkin.
Unlikely sepsisKecurigaan rendah. Penilaian klinis tidak konsisten dengan sepsis atau diagnosis alternatif lebih mungkin.

1. Screening dan Manajemen Awal#

Performance Improvement Program (Rec. 1)#

Strong recommendation: RS dan sistem kesehatan harus menggunakan program peningkatan kinerja sepsis yang mencakup:

  • Screening sepsis untuk pasien sakit akut/risiko tinggi
  • SOP penatalaksanaan
  • BARU: Strategi quality improvement (QI)

Meta-analisis 50 studi observasional: inisiatif QI sepsis menurunkan mortalitas (OR 0,66; 95% CI 0,61–0,72).

Code Sepsis / Sepsis Huddle (Rec. 2) — BARU#

Conditional recommendation: Protokol multidisiplin "code sepsis" untuk evaluasi dan tatalaksana segera setelah screening positif.

Screening Prehospital (Rec. 3) — BARU#

Conditional recommendation: Gunakan alat screening sepsis standar di ambulans/flight.

Screening di Rumah Sakit (Rec. 4)#

Strong recommendation: Gunakan NEWS, NEWS2, MEWS, atau SIRS di atas qSOFA sebagai alat screening tunggal.

NEWS2 memiliki sensitivitas terbaik (73,1%) dibanding qSOFA (23,1%) untuk deteksi sepsis prehospital.

Biomarker dan Tes Diagnostik (Rec. 5-6) — BARU#

  • Sepsis adalah diagnosis klinis — tidak boleh di-rule in/out dengan satu biomarker atau tes diagnostik tunggal (GPS)
  • Bukti belum cukup untuk merekomendasikan novel rapid host response diagnostics

2. Infeksi#

Waktu Pemberian Antibiotik#

KondisiRekomendasiWaktu
Syok septik (possible/probable/definite)StrongSegera, idealnya ≤1 jam
Sepsis tanpa syok (probable/definite)StrongSegera, idealnya ≤1 jam
Possible sepsis tanpa syokConditionalInvestigasi cepat, antibiotik ≤3 jam jika kecurigaan infeksi persisten
Low likelihood of infection, tanpa syokConditionalTunda antibiotik, monitor ketat

Antibiotik Prehospital (Rec. 21) — BARU#

Conditional: Untuk pasien dengan sepsis definite/probable + hipotensi dan waktu ke evaluasi RS >60 menit, pertimbangkan antibiotik di ambulans/flight.

Kultur Darah (Rec. 7)#

Strong recommendation: Ambil kultur darah sesegera mungkin, idealnya sebelum antibiotik. Jangan menunda antibiotik untuk menunggu kultur.

  • Volume darah 10 mL per botol
  • Kultur dari 2 lokasi berbeda (single-site juga acceptable berdasarkan evidence 2025)
  • Botol anaerob dapat dijustifikasi untuk tidak digunakan jika patogen anaerob tidak dicurigai

Prolonged Infusion Beta-Laktam (Rec. 33) — UPGRADED#

Strong recommendation (sebelumnya conditional): Gunakan prolonged infusion (extended atau continuous) beta-laktam untuk maintenance setelah loading dose.

Meta-analisis 18 RCT (9.108 pasien, termasuk BLING III): RR mortalitas 0,91 (95% CI 0,85–0,97) — high certainty evidence, setara 25 kematian lebih sedikit per 1.000 pasien.

Catatan penting:

  • Berikan loading dose SEBELUM prolonged infusion
  • Semakin pendek half-life obat, semakin besar manfaat (pip-taz, karbapenem)
  • Perhatikan kompatibilitas obat dan stabilitas

Cakupan MDR Empirik (Rec. 25-26) — BARU#

  • High risk MDR: Suggest empirik dengan cakupan MDR spesifik
  • Low risk MDR: Suggest against cakupan MDR empirik
  • Faktor risiko: kolonisasi, infeksi sebelumnya, antibiotik spektrum luas berkepanjangan, perawatan lama di unit dengan prevalensi MDR tinggi

Cakupan Antifungal Empirik (Rec. 27)#

Conditional: suggest against antifungal empirik secara rutin. Pertimbangkan case-by-case pada pasien dengan risiko tinggi infeksi jamur (imunosupresi, antibiotik lama, perawatan lama, sumber infeksi intra-abdominal).

Cakupan Anaerob Empirik (Rec. 28-29) — BARU#

  • Tanpa faktor risiko infeksi anaerob: Suggest against cakupan anaerob
  • Dengan faktor risiko: Suggest cakupan anaerob (intra-abdominal, ginekologi, soft tissue necrotizing, head & neck, empyema, abses CNS)

De-eskalasi Antibiotik (Rec. 36-37)#

  • Strong: De-eskalasi saat mikrobiologi dan profil sensitivitas terkonfirmasi
  • Conditional: De-eskalasi saat tidak ada patogen teridentifikasi pada kultur final

Durasi Antibiotik (Rec. 39)#

Conditional: Durasi lebih pendek lebih baik daripada lebih panjang (dengan source control adekuat). Didukung BALANCE trial (7 vs 14 hari non-inferior).

Procalcitonin untuk Penghentian Antibiotik (Rec. 40)#

Conditional: Gunakan PCT + evaluasi klinis untuk memutuskan penghentian antibiotik. Didukung ADAPT-Sepsis RCT.

Selective Digestive Decontamination (Rec. 41) — BARU#

Conditional: SDD pada pasien ventilasi mekanis di unit dengan prevalensi AMR rendah.

Meta-analisis 32 RCT (24.389 pasien): RR mortalitas 0,91 (95% CI 0,82–0,99); justru menurunkan resistensi antimikroba (RR 0,64).


3. Manajemen Hemodinamik#

Resusitasi Cairan Awal (Rec. 9-10)#

  • Sepsis dan syok septik adalah kegawatan medis — resusitasi dan terapi harus segera dimulai (GPS)
  • Conditional: ≥30 mL/kg kristaloid IV dalam 3 jam pertama
  • Gunakan BB aktual; atau adjusted/ideal BW jika BMI >30 kg/m²
  • Reassessment berkala untuk menghindari under- atau over-resusitasi

Jenis Cairan (Rec. 43-47)#

CairanRekomendasi
KristaloidStrong: first-line
Balanced crystalloid (RL)Conditional: lebih disarankan daripada NaCl 0,9%
AlbuminConditional: kristaloid saja sudah cukup; albumin dapat dipertimbangkan jika volume kristaloid besar atau sirosis
Starches (HES)Strong: AGAINST
GelatinConditional: against

Untuk TBI: gunakan NaCl 0,9% (balanced crystalloid dan albumin berpotensi harm).

Target MAP (Rec. 13-14)#

  • Strong: Target MAP ≥65 mmHg
  • BARU — Conditional: Untuk usia ≥65 tahun, target MAP 60–65 mmHg

Vasopresor (Rec. 53-58)#

Hirarki vasopresor:

  1. Norepinefrin — first-line (strong recommendation)
  2. Tambahkan vasopresin jika dosis NE meningkat (conditional)
  3. Tambahkan epinefrin jika MAP inadekuat meski NE + vasopresin (conditional)

Catatan baru:

  • Vasopresor perifer boleh dimulai tanpa menunggu akses sentral (Rec. 12)
  • Disfungsi kardiak: NE atau epinefrin keduanya acceptable sebagai first-line (Rec. 58)
  • Beta-blocker: suggest against untuk terapi syok septik (Rec. 64)
  • Methylene blue: insufficient evidence, namun dapat dipertimbangkan sebagai rescue therapy (Rec. 59)

Monitoring (Rec. 42, 49, 51-52)#

  • TD: invasive atau non-invasive keduanya acceptable (didukung EVERDAC trial)
  • Dynamic measures (PLR, SVV, PPV) untuk panduan resusitasi lanjutan
  • Laktat serial untuk panduan resusitasi
  • BARU — CRT (capillary refill time) sebagai adjunct monitoring (didukung ANDROMEDA-SHOCK-2)

4. Dukungan Respirasi#

Monitoring Hipoksemia (Rec. 65) — BARU#

  • SpO₂/FiO₂ boleh substitusi PaO₂/FiO₂
  • AGD tetap gold standard
  • Hati-hati: pulse oximetry kurang akurat pada syok, kulit gelap, SpO₂ <90% atau >97%

Target Oksigen (Rec. 66) — BARU#

Conditional: Target liberal atau konservatif keduanya acceptable, tergantung faktor pasien dan ketersediaan sumber daya.

HFNC (Rec. 67-69) — BARU#

  • HFNC > conventional O₂ (conditional, untuk PaO₂/FiO₂ <200)
  • HFNC > NIPPV sebagai terapi inisial (conditional)
  • HFNC > alternating HFNC + NIPPV (conditional)

Awake Proning (Rec. 70) — BARU#

Conditional: Trial awake proning untuk pasien non-intubasi dengan gagal napas hipoksemik.

Ventilasi Mekanis (Rec. 71-77)#

  • ARDS: tidal volume 6 mL/kg IBW (strong), plateau ≤30 cmH₂O (strong)
  • BARU: Tanpa ARDS — tidal volume 6–8 mL/kg IBW (conditional)
  • Moderate-severe ARDS: higher PEEP, prone >12 jam/hari, NMBA intermiten
  • Strong against: incremental PEEP titration strategy

5. Terapi Adjunktif#

Kortikosteroid IV (Rec. 79)#

Conditional: Kortikosteroid IV untuk syok septik.

  • Hidrokortison 200 mg/hari (bolus intermiten)
  • 88,4% panelis menggunakannya

Terapi yang TIDAK Direkomendasikan (Suggest Against)#

TerapiStatus
Antipiretik untuk memperbaiki outcomeAgainst (baru)
Vitamin C IVAgainst
IVIGAgainst
Blood purification (hemoperfusi, hemofiltrasi, plasma exchange)Against
Polymyxin B hemoperfusiAgainst
Vitamin D untuk terapi sepsisAgainst (baru)
ProbiotikAgainst (baru)
XueBiJing (di luar China)Against (baru)
Beta-blocker untuk syok septikAgainst (baru)

Terapi Suportif Tambahan#

TerapiRekomendasi
Active fluid removal pasca-resusitasi akutSuggest (baru)
Stress ulcer prophylaxis (PPI) jika ada risk factorsSuggest
Transfusi restriktifStrong recommend
Nutrisi enteral dini (≤72 jam)Suggest
Insulin jika glukosa ≥180 mg/dLStrong recommend
VTE prophylaxis (LMWH > UFH)Strong recommend

6. Goals of Care dan Transisi Perawatan#

  • Diskusi goals of care dalam 72 jam (conditional)
  • BARU: Sistem kesehatan harus memfasilitasi advanced directives
  • Medication reconciliation oleh farmasis di setiap transisi perawatan
  • Edukasi sepsis untuk pasien, keluarga, dan PCP
  • Screening kebutuhan ekonomi dan sosial

7. Outcome Jangka Panjang dan Pemulihan#

  • Follow-up services pasca-perawatan kritis (conditional)
  • Rehabilitasi fisik untuk yang ventilasi >48 jam (conditional)
  • Layanan kesehatan mental pasca-discharge (conditional)
  • Cognitive-targeted therapy — insufficient evidence, reasonable dilanjutkan jika sudah berjalan

Perubahan Utama dari SSC 2021 → 2026#

AspekSSC 2021SSC 2026
QI strategiesTidak ada rekomendasi spesifikStrong rec sebagai bagian performance improvement
Prolonged infusion beta-laktamConditional (low certainty)Strong rec (high certainty, BLING III)
De-eskalasi dengan mikrobiologiConditionalStrong rec
qSOFA vs EWSSuggest against qSOFA aloneStrong rec NEWS/MEWS/SIRS over qSOFA
MAP target ≥65 tahunTidak adaBaru: 60–65 mmHg
Vasopresor periferSuggestTetap suggest (evidence bertambah)
SDDTidak adaBaru: Conditional di unit low AMR
HFNCTidak adaBaru: HFNC > conventional O₂ dan NIPPV
Awake proningTidak adaBaru: Conditional
CRTSuggestTetap suggest (didukung ANDROMEDA-SHOCK-2)
Blood pressure monitoringSuggest invasiveRevisi: invasive ATAU non-invasive
KortikosteroidSuggestTetap suggest (evidence bertambah)
AntipiretikTidak ada rekomendasiBaru: Suggest against
ProbiotikTidak adaBaru: Suggest against

Ringkasan ini disusun untuk keperluan edukasi internal. Untuk detail lengkap termasuk evidence profiles dan supplemental digital content, rujuk ke artikel asli di Critical Care Medicine dan Intensive Care Medicine.

© 2026 — Ringkasan oleh Tim PPI/KPRA RSUD Dr. Moewardi untuk petrisolo.com