Kembali ke Protokol Terapi
H
Protokol Demam Neutropenia
Reasoning & skill tatalaksana — IDSA/ASCO · NCCN · ESMO
Latih penalaran klinis demam neutropenia berbasis kasus: stratifikasi risiko (MASCC/CISNE), pemberian antibiotik empiris antipseudomonal tepat waktu (door-to-needle ≤1 jam), pengenalan infeksi jamur invasif pada demam persisten, serta de-eskalasi & keputusan rawat jalan dengan mempertimbangkan antibiogram lokal (konteks resistensi Indonesia). Setiap keputusan dapat ditinjau ulang beserta alasannya (audit), bukan sekadar skor.
Pilih Kasus
Laki-laki 52 th, LMA pasca-induksi, ANC 120, demam. MASCC <21 (risiko tinggi).
Lanjut
~20 menit
Lihat fokus belajar (spoiler)
- Menstratifikasi risiko dengan skor yang tepat
- Menjamin pemberian antibiotik pertama tepat waktu
- Memilih terapi empiris sesuai antibiogram lokal
- Menentukan indikasi penambahan agen tertentu (bukan rutin)
- Mengaitkan durasi terapi dengan pemulihan imun
- Melakukan de-eskalasi terarah setelah hasil kultur
Perempuan 48 th, LMA, demam menetap 4-5 hari meski beta-laktam luas, ANC masih profound.
Lanjut
~20 menit
Lihat fokus belajar (spoiler)
- Mengenali sinyal infeksi jamur invasif pada demam menetap
- Menentukan pemeriksaan penunjang yang tepat
- Memilih antijamur empiris default
- Menyesuaikan terapi bila patogen spesifik terkonfirmasi
- Mengenali keterbatasan pilihan antijamur tertentu
- Menentukan durasi menurut jenis infeksi & respons
Perempuan 41 th, tumor padat, demam. MASCC >=21 & CISNE 0, tapi resistensi FQ lokal tinggi.
Lanjut
~20 menit
Lihat fokus belajar (spoiler)
- Menstratifikasi risiko rendah dengan kriteria yang tepat
- Menjaga standar waktu & observasi meski risiko rendah
- Menyadari konteks resistensi lokal menggeser keputusan
- Menyesuaikan rute & agen pada lanskap resistensi setempat
- Menentukan syarat kelayakan rawat jalan
- Merencanakan tindak lanjut ketat & ambang eskalasi/de-eskalasi
Alat pelatihan — bukan pengganti penilaian klinisi yang merawat maupun PPK/PPRA setempat.