Kembali ke Protokol Terapi
L
Protokol Leptospirosis
Reasoning & skill tatalaksana — Juknis Kemenkes 2017 / WHO 2023
Latih penalaran klinis leptospirosis berbasis kasus: kecurigaan epidemiologis (paparan banjir), penalaran serologi (IgM negatif dini tidak menyingkirkan), klasifikasi keparahan, pemilihan antibiotik, keamanan (dialisis, SPHS, Jarisch-Herxheimer), dan disposisi. Setiap keputusan dapat ditinjau ulang beserta alasannya (audit), bukan sekadar skor.
Pilih Kasus
Laki-laki 34 th, demam mendadak 4 hari, mialgia berat, riwayat aktivitas di area banjir.
Menengah
~15 menit
Lihat fokus belajar (spoiler)
- IgM negatif fase dini TIDAK menyingkirkan leptospirosis
- Terapi empiris tanpa menunggu MAT; PCR dini + serologi konvalesen
- Doksisiklin 2x100 mg PO 7 hari (KI kehamilan, ganti amoksisilin/azitromisin)
- Kenali Jarisch-Herxheimer; edukasi tanda bahaya Weil/SPHS
Laki-laki 41 th, demam 6 hari, kini kuning, urin berkurang, dan gusi berdarah.
Lanjut
~20 menit
Lihat fokus belajar (spoiler)
- Kenali Weil: ikterik+AKI+perdarahan; bilirubin naik tinggi vs transaminase rendah
- Penisilin G/seftriakson IV; meropenem lini-2 (stewardship)
- Indikasi dialisis darurat (AEIOU) + modalitas CRRT vs HD per hemodinamik
- Deteksi SPHS; Jarisch-Herxheimer; disposisi ICU/rujuk
Laki-laki 29 th, demam 5 hari, sesak memberat dan batuk berdarah.
Lanjut
~20 menit
Lihat fokus belajar (spoiler)
- Anikterik tidak menyingkirkan lepto berat; SPHS mematikan
- IgM negatif dini tak menunda terapi; PCR + serologi konvalesen
- Ventilasi protektif (low tidal volume) di ICU
- Penisilin/seftriakson IV (meropenem lini-2); nuansa kortikosteroid
Alat pelatihan — bukan pengganti penilaian klinisi yang merawat maupun PPK/PPRA setempat.