Kembali ke Hub Simulator

AST Reasoning

Dari Kultur & MIC → Keputusan Antibiotik yang Rasional

Setting Rumah Sakit

Menentukan sumber skoring: antibiogram, restriksi (ACC KPRA/DPJP), dan klasifikasi.

Pilih Kasus

Laki-laki 67 th, DM & BPH, eGFR 28. Datang dengan urosepsis (sepsis sumber saluran kemih).

Menengah
~15 menit
Lihat fokus belajar (spoiler)
  • Membaca hasil AST & nilai MIC secara benar
  • Mengenali fenotip resistensi dari panel kultur
  • Memilih antibiotik rasional sesuai kebijakan stewardship
  • Merencanakan de-eskalasi, alih oral, & durasi terapi

Wanita 58 th imunokompromais (keganasan hematologi, kemoterapi), CVC terpasang 12 hari, sepsis.

Lanjut
~18 menit
Lihat fokus belajar (spoiler)
  • Menyadari bahwa satu fenotip bisa berarti terapi berbeda
  • Menentukan terapi menurut mekanisme resistensi
  • Menghindari jebakan pemilihan obat pada kuman resisten
  • Menentukan tindakan source control pada infeksi terkait kateter

Laki-laki 61 th di ICU, ventilator hari ke-9, demam & perburukan (dugaan VAP).

Lanjut
~18 menit
Lihat fokus belajar (spoiler)
  • Menentukan kapan terapi kombinasi diperlukan
  • Menyusun tulang punggung regimen pada patogen sulit
  • Menyesuaikan regimen dengan ketersediaan obat
  • Menerapkan restriksi stewardship & memantau toksisitas

Tiga skenario singkat pasien rawat inap dengan hasil kultur "positif" pada situasi klinis berbeda.

Lanjut
~15 menit
Lihat fokus belajar (spoiler)
  • Membedakan kultur positif sejati dari kolonisasi/kontaminasi
  • Menentukan kapan bakteriuria diobati & kapan tidak
  • Mengenali kontaminan pada biakan darah
  • Membedakan kolonisasi saluran napas dari infeksi (kriteria klinis)

Laki-laki 54 th, hemodialisis rutin via kateter tunel, demam & menggigil 2 hari.

Lanjut
~18 menit
Lihat fokus belajar (spoiler)
  • Memilih metode pemantauan kadar antibiotik yang tepat
  • Mengenali pergeseran kepekaan yang menuntut evaluasi terapi
  • Memilih agen alternatif sesuai lokasi & jenis infeksi
  • Menentukan source control & durasi (tanpa vs dengan komplikasi)

Laki-laki 48 th, luka bakar luas (30% TBSA) hari ke-12, demam tinggi & hipotensi ringan.

Lanjut
~18 menit
Lihat fokus belajar (spoiler)
  • Memahami definisi resistensi tingkat-sulit pada patogen ini
  • Membedakan mekanisme resistensi yang mendasari
  • Mendahulukan agen tradisional bila masih sensitif
  • Memilih agen baru sesuai mekanisme & lokasi infeksi

Laki-laki 59 th, pasca-kolesistektomi hari ke-5, demam & nyeri kuadran kanan atas, kultur darah positif.

Lanjut
~18 menit
Lihat fokus belajar (spoiler)
  • Mengenali organisme berisiko resistensi muncul saat terapi
  • Mewaspadai hasil kepekaan awal yang menyesatkan
  • Menentukan terapi definitif dipandu nilai MIC
  • Memilih jalur step-down oral yang aman

Laki-laki 52 th, DM tipe 2, selulitis tungkai + demam menggigil, kultur darah positif.

Lanjut
~18 menit
Lihat fokus belajar (spoiler)
  • Menentukan kapan de-eskalasi dari terapi empiris wajib
  • Menyadari perbaikan klinis bukan alasan menahan de-eskalasi
  • Memilih agen definitif sesuai fokus & lokasi infeksi
  • Menentukan source control, evaluasi penunjang, & durasi

Wanita 63 th, keganasan hematologi & neutropenia, ICU/ventilator hari ke-10, riwayat meropenem 8 hari.

Lanjut
~18 menit
Lihat fokus belajar (spoiler)
  • Mengenali resistensi intrinsik & menghindari eskalasi keliru
  • Membedakan kolonisasi napas dari infeksi sejati
  • Memilih antibiotik definitif yang tepat
  • Menstratifikasi keparahan & menentukan mono vs kombinasi

Laki-laki 66 th, pasca-transplantasi ginjal (imunosupresi), rawat lama dengan kateter vena sentral, demam & menggigil.

Lanjut
~18 menit
Lihat fokus belajar (spoiler)
  • Menentukan terapi berdasarkan identifikasi spesies
  • Menetapkan dosis yang benar & menafsirkan kepekaan
  • Memilih agen alternatif & mewaspadai batasan lokasinya
  • Menentukan kombinasi untuk kasus persisten & source control

Laki-laki 58 th, pasca-laparotomi di ICU, nutrisi parenteral via kateter vena sentral, demam menetap tanpa fokus bakteri jelas.

Lanjut
~18 menit
Lihat fokus belajar (spoiler)
  • Memilih kelas antijamur lini pertama pada pasien kritis
  • Menjalankan bundel non-obat wajib & menetapkan durasi
  • Menyesuaikan step-down menurut spesies
  • Menyadari biakan darah jamur tak pernah kontaminan

Laki-laki 55 th, baru pulang dirawat di RS luar negeri (Asia Selatan) 3 minggu lalu, kini sepsis sumber saluran kemih/abdomen.

Lanjut
~18 menit
Lihat fokus belajar (spoiler)
  • Menentukan terapi menurut kelas enzim resistensi
  • Mengenali kombinasi yang gagal & alternatif yang tepat
  • Menimbang agen alternatif beserta keterbatasan ujinya
  • Menggunakan konteks epidemiologi untuk mengarahkan curiga

Wanita 70 th, baru selesai 10 hari antibiotik untuk pneumonia, kini diare cair berulang dengan kram perut.

Menengah
~16 menit
Lihat fokus belajar (spoiler)
  • Menjalankan bundel wajib penghentian pemicu
  • Memilih terapi oral lini pertama yang tepat
  • Memahami syarat rute pemberian yang benar
  • Mengenali bentuk fulminan & strategi kekambuhan

Wanita 34 th, tidak hamil, disuria dengan frekuensi & urgensi 2 hari, tanpa demam atau nyeri pinggang.

Menengah
~15 menit
Lihat fokus belajar (spoiler)
  • Menyadari situs infeksi menentukan pilihan agen
  • Memilih terapi hemat-karbapenem bila sesuai situs
  • Mengenali batas agen yang hanya efektif di kandung kemih
  • Menentukan kapan bakteriuria asimtomatik tidak diobati

Laki-laki 68 th, diabetes, demam dengan kaku kuduk & penurunan kesadaran akut, fotofobia.

Lanjut
~18 menit
Lihat fokus belajar (spoiler)
  • Memulai antibiotik empiris segera tanpa menunggu penunjang
  • Menentukan timing kortikosteroid yang kritis
  • Menyesuaikan cakupan empiris menurut usia & faktor risiko
  • Melakukan de-eskalasi setelah hasil kepekaan

Laki-laki 41 th, batuk kronik dengan penurunan berat badan & keringat malam, riwayat pengobatan TB tak tuntas.

Lanjut
~18 menit
Lihat fokus belajar (spoiler)
  • Mengelola TB resisten sebagai penyakit berbasis regimen
  • Memilih regimen sesuai status kepekaan
  • Menjaga prinsip kombinasi & menghindari penambahan tunggal
  • Menyesuaikan regimen pada kontraindikasi & memantau toksisitas

Laki-laki 47 th, nyeri tungkai hebat tak proporsional dengan tampakan kulit, demam tinggi & syok, eritema meluas cepat.

Lanjut
~18 menit
Lihat fokus belajar (spoiler)
  • Menjadikan tindakan bedah segera sebagai landasan
  • Menyusun terapi empiris luas lalu menyempitkan
  • Memahami peran agen anti-toksin
  • Menentukan terapi tambahan pada sindrom syok toksik

Laki-laki 52 th, petani, diabetes, demam tinggi dengan pneumonia & abses hati, tinggal di area endemik tropis.

Lanjut
~18 menit
Lihat fokus belajar (spoiler)
  • Menerapkan prinsip terapi dua fase
  • Menyadari risiko relaps bila fase eradikasi dihentikan dini
  • Memperpanjang fase intensif sesuai situs infeksi
  • Mengenali resistensi intrinsik & kesalahan identifikasi

Laki-laki 67 th, 3 minggu pasca-artroplasti lutut, kini nyeri & bengkak lutut dengan demam & luka operasi mengeluarkan cairan.

Lanjut
~18 menit
Lihat fokus belajar (spoiler)
  • Menentukan strategi source control bedah
  • Memahami peran & syarat agen anti-biofilm
  • Menentukan waktu & rute penambahan terapi
  • Menentukan durasi panjang & mewaspadai interaksi obat

Wanita 64 th, rawat ICU lama dengan kateter & ventilator, pindahan dari fasilitas dengan wabah C. auris.

Lanjut
~18 menit
Lihat fokus belajar (spoiler)
  • Memilih kelas antijamur lini pertama
  • Menjalankan pengendalian infeksi yang agresif & unik
  • Menentukan kapan kolonisasi tidak diobati
  • Menyiasati resistensi & menjalankan bundel kandidemia

Alat pelatihan — bukan pengganti penilaian klinisi yang merawat maupun PPK/PPRA setempat.