Laki-laki 38 tahun, petani, hari perawatan ke-4 di bangsal isolasi. Tetanus generalisata; saat masuk trismus dengan spasme refleks sesekali, sadar, tanda vital stabil. Sudah mendapat HTIG, metronidazol, dan diazepam syringe pump 10 mg/jam. Dalam 24 jam terakhir: spasme kembali sering meski sedasi berjalan; TD terekam berayun 180/110 lalu 90/50 dalam hitungan jam; HR 40-165; suhu 39,0°C; baju basah oleh keringat berlebih; air liur banyak. Terpasang NGT dan kateter. Luka tusuk awal di jari kaki yang sudah dibersihkan di RS sebelumnya tampak masih ada serpihan kayu di bawah kuku, dasar luka kotor. Lab: Hb 13,2 - leukosit 12.800 - trombosit 235.000 - GDS 142 - Na 137 - K 4,0 - Ca 2,25 mmol/L - ureum 34 - kreatinin 0,9 (eGFR normal) - refleks patela +2 (normoaktif). Belum ada pemeriksaan kadar Mg serum.
PILAR 1 - Diagnosis & klasifikasi keparahan. Pasien sudah 4 hari dirawat. Kombinasi baru: TD berayun ekstrem (180/110 ↔ 90/50), HR labil 40-165, demam 39°C, hiperhidrosis, hipersalivasi - di atas spasme yang tetap ada. Apa kesimpulan klinis paling tepat?