Kembali ke Hub Protokol

Protokol Tetanus

Reasoning tatalaksana tetanus generalisata berbasis 8 pilar terpadu. Diagnosis klinis & klasifikasi Ablett, netralisasi toksin (HTIG), antibiotik, source control, kontrol spasme, disfungsi otonom, proteksi napas/ICU, nutrisi & lingkungan.

Rujukan: WHO · skor keparahan Ablett

1 skenario
8 tujuan pembelajaran

Laki-laki 42 th, petani, dengan kekakuan rahang dan kejang otot menyeluruh 3 hari setelah luka tusuk paku berkarat. Kesadaran penuh.

Lanjut ~20 mnt
Lihat fokus belajar (spoiler)
  • Menegakkan diagnosis KLINIS tetanus & mengklasifikasi keparahan (Ablett)
  • Netralisasi toksin (HTIG dini) + imunisasi aktif toksoid
  • Metronidazol sebagai antibiotik pilihan; penisilin dosis besar = prokonvulsan
  • Source control luka pada waktu yang aman (pasca-HTIG, dengan sedasi)
  • Kontrol spasme dengan titrasi diazepam + proteksi jalan napas
  • Antisipasi jalan napas & indikasi ICU / trakeostomi elektif dini
  • Disfungsi otonom: MgSO4/morfin, HINDARI beta-blocker
  • Nutrisi enteral adekuat (25–30 kkal/kg, protein tinggi via NGT) & lingkungan minim stimulus