Kembali ke Hub Protokol

Protokol Tetanus

Reasoning tatalaksana tetanus generalisata berbasis 8 pilar terpadu. Diagnosis klinis & klasifikasi Ablett, netralisasi toksin (HTIG), antibiotik, source control, kontrol spasme, disfungsi otonom, proteksi napas/ICU, nutrisi & lingkungan.

Rujukan: WHO · skor keparahan Ablett

3 skenario
24 tujuan pembelajaran

Laki-laki 42 th, petani, dengan kekakuan rahang dan kejang otot menyeluruh 3 hari setelah luka tusuk paku berkarat. Kesadaran penuh.

Lanjut ~20 mnt
Lihat fokus belajar (spoiler)
  • Menegakkan diagnosis klinis & mengklasifikasi keparahan
  • Menetapkan netralisasi toksin & imunisasi aktif
  • Memilih antibiotik yang tepat & menghindari yang prokonvulsan
  • Menentukan waktu aman source control luka
  • Mengendalikan spasme dengan titrasi & proteksi napas
  • Mengantisipasi indikasi jalan napas & ICU
  • Mengelola disfungsi otonom dengan agen yang tepat
  • Merencanakan nutrisi adekuat & lingkungan minim stimulus

Laki-laki 38 th, hari perawatan ke-4, tetanus generalisata dengan spasme berulang meski sedasi, disertai tekanan darah & nadi yang berayun ekstrem, demam, dan keringat berlebih.

Lanjut ~25 mnt
Lihat fokus belajar (spoiler)
  • Mengenali disfungsi otonom sebagai penanda keparahan
  • Memahami batas dosis sedasi yang lazim & risikonya
  • Memberikan terapi otonom dengan cara & pengenceran benar
  • Menetapkan target terapi & memantau tanda toksisitas
  • Menyikapi gangguan elektrolit akibat terapi secara bertingkat
  • Menentukan source control ulang pada fokus yang tersisa
  • Menghindari kelas obat yang berbahaya pada kondisi ini
  • Mengantisipasi proteksi jalan napas & ICU dini

Sesi IGD: beberapa pasien dengan luka & riwayat imunisasi berbeda; tentukan perlu-tidaknya vaksin tetanus, imunoglobulin, keduanya, atau tidak keduanya.

Menengah ~20 mnt
Lihat fokus belajar (spoiler)
  • Mengklasifikasikan jenis luka dengan kriteria yang benar
  • Menerapkan matriks keputusan profilaksis
  • Memahami interval booster menurut jenis luka
  • Menentukan kapan imunoglobulin diperlukan & kapan tidak
  • Memberikan vaksin & imunoglobulin dengan teknik yang benar
  • Menyiasati pilihan imunoglobulin & uji keamanannya
  • Mengenali pengecualian pada pasien imunokompromais
  • Menekankan perawatan luka & pelengkapan seri vaksin