Simulasi Interaktif untuk Melatih Pengambilan Keputusan Klinis pada Kegawatan Infeksi
"Surakarta, Agustus 2026 — PETRI Solo terus mengembangkan ekosistem pembelajaran digital bagi tenaga kesehatan melalui fitur PETRI Solo Simulator, sebuah simulasi interaktif berbasis evidence-based guidelines yang dirancang untuk melatih pengambilan keputusan klinis pada berbagai kondisi kegawatan infeksi. Berbeda dari sekadar membaca pedoman, fitur ini menggunakan pendekatan turn-based clinical simulation dan porsedural. Pengguna menghadapi pasien virtual dan perlu menentukan tindakan berdasarkan perubahan kondisi klinis secara bertahap. Dalam simulasi, setiap 10 detik waktu nyata merepresentasikan 15 menit waktu simulasi, sehingga pengguna dapat merasakan dinamika pengambilan keputusan dalam situasi akut"
Lima Protokol, Beragam Skenario Klinis
Saat ini PETRI Solo simulator menyediakan 5 protokol dengan total 14 skenario, mencakup:
- Sepsis — berdasarkan Surviving Sepsis Campaign (SSC) 2021, termasuk skenario septic shock, urosepsis dengan AKI, dan sepsis intra-abdominal.
- Dengue — berdasarkan WHO, dengan fokus pada warning signs dan severe dengue.
- Malaria — berdasarkan PNPK 2019 dan WHO 2022, termasuk malaria berat dan komplikasinya.
- Leptospirosis — berdasarkan Juknis Kemenkes 2017 dan WHO 2023, mencakup leptospirosis ringan hingga Weil disease dan severe pulmonary hemorrhagic syndrome.
- Tetanus — berdasarkan panduan WHO dan CDC, dengan pendekatan terpadu terhadap berbagai aspek tatalaksana tetanus generalisata.
Dari “Tahu Pedoman” Menjadi “Mampu Mengambil Keputusan”
Salah satu tantangan dalam pendidikan klinis adalah mengubah pengetahuan tentang pedoman menjadi kemampuan mengambil keputusan pada situasi nyata.
Protokol Terapi mencoba menjembatani kesenjangan tersebut melalui tiga tahap sederhana: pilih protokol dan skenario, lakukan tindakan terhadap pasien virtual, kemudian evaluasi hasil melalui skor dan feedback.
Setiap skenario memiliki tujuan pembelajaran yang spesifik. Pada simulasi sepsis, misalnya, pengguna dapat berlatih mengenai Hour-1 Bundle, resusitasi cairan, pemilihan serta titrasi vasopresor, pemberian antibiotik, hingga keputusan source control.
Pendekatan ini memungkinkan proses belajar berlangsung secara aktif: pengguna tidak hanya membaca apa yang seharusnya dilakukan, tetapi harus menentukan sendiri tindakan berikutnya dan melihat konsekuensinya.
Dirancang untuk Pembelajaran Berbasis Kasus
Setiap skenario juga memiliki tingkat kompleksitas dan tujuan pembelajaran yang berbeda. Dengan demikian, Protokol Terapi dapat digunakan sebagai sarana self-learning, diskusi kasus, maupun latihan pengambilan keputusan klinis.
PETRI Solo menempatkan fitur ini sebagai bagian dari visi yang lebih luas untuk membangun pusat rujukan dan edukasi penyakit tropik dan infeksi berbasis digital, yang menghubungkan pengetahuan, pedoman klinis, simulasi, dan pembelajaran berbasis kasus dalam satu ekosistem.
Bukan sekadar membaca protokol.
Latih keputusan klinis Anda melalui simulasi.
Protokol Terapi PETRI Solo dapat diakses melalui: PETRI Solo — Protokol Terapi
Tentang Penulis
Menyajikan informasi klinis terkini untuk profesional kesehatan.