Clinical Library
Buku Saku

2022 Buku Saku Leptospirosis

Terbit: 2022
Download PDF

BUKU SAKU PENGENDALIAN LEPTOSPIROSIS#

Penerbit: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia
Direktorat: P2PM - Tim Kerja Zoonosis & PAGHB-TB
Tahun: 2022


1. DEFINISI LEPTOSPIROSIS#

Leptospirosis adalah penyakit zoonosa yang disebabkan oleh infeksi bakteri berbentuk spiral dari genus Leptospira yang patogen. Penyakit ini menyerang hewan dan manusia.

  • Bakteri: Leptospira.
  • Sifat Hidup Bakteri: Bertahan hidup di ginjal hewan dan keluar melalui urine. Di dalam ginjal hewan bisa bertahan berbulan-bulan, sedangkan pada manusia sekitar 60 hari.

2. VEKTOR DAN HEWAN PERANTARA#

  • Binatang Perantara Utama: Tikus.
  • Binatang Perantara Lainnya: Anjing, Hewan Ternak (Sapi, Kambing, Babi).

3. MASA INKUBASI#

Masa inkubasi adalah waktu dari saat paparan/kontaminasi hingga timbul tanda dan gejala.

  • Rentang: 2 - 30 hari.
  • Rata-rata: 7 - 10 hari.

4. CARA PENULARAN#

Manusia merupakan induk semang terakhir. Penularan terjadi melalui:

  1. Kontak Langsung: Melalui kulit yang lecet/luka atau selaput lendir/mukosa (mata, hidung, mulut) dengan urine hewan terinfeksi.
  2. Lingkungan: Kontak dengan air, tanah, lumpur, genangan banjir, sungai, danau, atau selokan yang tercemar urine tikus/hewan.
  3. Makanan/Minuman: Konsumsi yang terkontaminasi bakteri.

Catatan: Penularan antarmanusia jarang terjadi (bisa lewat ASI atau hubungan seksual, namun sangat jarang).


5. KELOMPOK BERISIKO#

Orang yang sering kontak dengan lingkungan berisiko atau hewan:

  • Petani / Pekerja Perkebunan.
  • Peternak.
  • Pekerja pembersih selokan / saluran air.
  • Pekerja rumah pemotongan hewan (RPH) dan pengolah daging.
  • Korban banjir atau orang yang beraktivitas di tempat basah tanpa alas kaki.

6. GEJALA KLINIS#

A. Fase Leptospirosis Ringan (Anikterik)#

Sebagian besar kasus di masyarakat adalah tipe ini.

  • Demam mendadak (> 38°C).
  • Sakit kepala.
  • Nyeri otot (terutama nyeri pada betis).
  • Mata merah (conjunctival suffusion).
  • Tubuh terasa lemas (malaise).
  • Mual/muntah (kadang disertai).

B. Fase Leptospirosis Berat (Weil Disease)#

Dapat berakibat fatal/kematian. Tanda-tanda meliputi:

  • Ikterus: Kekuningan pada kulit dan mata.
  • Disfungsi Ginjal: Gagal ginjal (anuria/oliguria).
  • Nekrosis Hati.
  • Disfungsi Paru-paru.
  • Pendarahan: Epistaksis, hematemesis, melena, dll.

7. DEFINISI KASUS#

1. Kasus Suspect#

Demam akut (≥ 38.5°C) dan/atau nyeri kepala hebat, disertai salah satu dari:

  • Nyeri otot.
  • Malaise.
  • Conjunctival suffusion.
  • DAN Ada riwayat kontak dengan lingkungan yang terkontaminasi Leptospira.

2. Kasus Probable#

A. Di Fasyankes Tanpa Laboratorium: Kasus Suspect disertai minimal dua dari gejala berikut:

  • Nyeri betis.
  • Batuk (dengan/tanpa darah) atau sesak nafas.
  • Ikterus.
  • Manifestasi perdarahan (epistaksis, hematemesis, dll).
  • Anuria-oliguria (gangguan ginjal) dan/atau proteinuria.
  • Aritmia jantung.
  • Meninggal dunia.

B. Di Fasyankes Dengan Laboratorium: Kasus Suspect dengan:

  • IgM Positif (Tes RDT).
  • ATAU Minimal 3 kriteria laboratorium berikut:
    1. Proteinuria / Hematuria.
    2. Leukositosis dengan neutrofilia relatif (>80%) atau Limfopenia.
    3. Trombosit < 100.000 sel/mm³.
    4. Bilirubin > 2 mg%; Peningkatan SGPT/SGOT, Amilase, atau CPK.

3. Kasus Confirmed#

Kasus Suspect/Probable disertai salah satu:

  • Isolasi bakteri Leptospira dari sampel klinis (darah/urin).
  • PCR Positif.
  • Serokonversi MAT (Microscopic Agglutination Test) negatif menjadi positif atau kenaikan titer 4x.
  • Titer MAT > 320 pada satu sampel.
  • Jika tanpa fasilitas di atas: Dua hasil positif dari RDT yang berbeda (brand berbeda).

8. PEMERIKSAAN LABORATORIUM#

MetodeDeskripsiWaktu Sampel Ideal
RDT (Rapid Diagnostic Test)Deteksi antibodi IgM. Hasil dalam 15 menit. Efektif setelah 4-5 hari demam.Setelah hari ke 4-5 demam.
PCRDeteksi DNA bakteri. Spesimen: darah, urin, jaringan.< 7 hari dari onset demam.
MATGold Standard. Menentukan serovar dan titer antibodi.-.

9. TATALAKSANA PENGOBATAN#

A. Antibiotik Kasus Suspect (Puskesmas/Pustu)#

  1. Pilihan Utama:
    • Doksisiklin: 2 x 100 mg (selama 7 hari).
    • Kontraindikasi: Anak-anak, Ibu Hamil, atau alergi.
    • Cara minum: Sesudah makan, banyak minum air, jangan langsung berbaring (hindari esofagitis).
  2. Alternatif (Jika tidak bisa Doksisiklin):
    • Amoksisilin:
      • Dewasa: 3 x 500 mg/hari (7 hari).
      • Anak: 10-20 mg/kgBB per 8 jam (7 hari).
    • Makrolid: Diberikan jika alergi Amoksisilin.

B. Antibiotik Kasus Probable/Berat (Rumah Sakit)#

Pilihan antibiotik injeksi (selama 7 hari):

  • Ceftriaxon: 1 - 2 gram IV per hari.
  • Penisilin Prokain: 1.5 juta unit IM per 6 jam.
  • Ampisilin: 4 x 1 gram IV per hari.

C. Terapi Suportif#

Diberikan sesuai komplikasi (Gagal ginjal, pendarahan, syok, dll):

  • Keseimbangan cairan dan elektrolit.
  • Diuretika (jika oliguri).
  • Transfusi darah (Trombosit/PRC).
  • Ventilator (jika gagal napas/ARDS).
  • Dialisis (Hemodialisis/Peritoneal) jika ada indikasi.

10. PENCEGAHAN (PHBS)#

  1. Kebersihan Diri: Cuci tangan dan kaki dengan sabun setelah beraktivitas di sawah/lingkungan tercemar.
  2. APD: Gunakan sepatu boot dan sarung tangan bagi pekerja berisiko.
  3. Sanitasi: Menutup tempat penyimpanan air, membersihkan lingkungan.
  4. Pengendalian Vektor: Membasmi tikus (racun/jebakan), membersihkan sarang tikus.
  5. Vaksinasi Hewan: Vaksinasi hewan peliharaan.