Clinical Library
Panduan

2009 WHO : LABORATORY DIAGNOSIS AND DIAGNOSTIC TESTS

Terbit: 2009
Download PDF

Diagnosis Laboratorium Dengue#

Dokumen ini memberikan panduan komprehensif mengenai metode diagnosis laboratorium untuk infeksi virus Dengue . Pemilihan metode sangat bergantung pada waktu pengumpulan sampel (fase akut vs konvalesen), tujuan (klinis, wabah, atau penelitian), serta ketersediaan fasilitas .

1. Metode Deteksi Langsung (Fase Akut: Hari 1 - 5)#

Metode ini digunakan untuk mendeteksi virus, asam nukleat (RNA), atau antigen secara langsung selama fase viremia (sebelum hari ke-5) .

A. Deteksi Antigen NS1#

  • Fungsi: Mendeteksi glikoprotein NS1 yang diproduksi oleh semua flavivirus .
  • Waktu: Idealnya sebelum hari ke-5, namun dalam bentuk kompleks imun masih dapat dideteksi hingga hari ke-9 pada infeksi primer maupun sekunder . Pada beberapa pasien, NS1 terdeteksi beberapa hari setelah demam turun (defervescence) .
  • Kelebihan: Hasil cepat (dalam beberapa jam) dan dapat digunakan di laboratorium dengan perlengkapan terbatas .

B. Deteksi Asam Nukleat (RNA) / PCR#

  • Waktu: 1-5 hari setelah onset gejala .
  • Metode: Melibatkan RT-PCR, Real-time RT-PCR, atau Isothermal Amplification (NASBA) .
  • Sensitivitas: Sangat tinggi (80%-100% dibandingkan isolasi virus), dengan hasil yang cepat (24-48 jam) .
  • Syarat Sampel: RNA bersifat tidak stabil terhadap panas (heat-labile) . Sampel harus didinginkan (+4°C hingga +8°C) untuk penyimpanan <24 jam, atau dibekukan di -70°C . Tidak direkomendasikan menyimpan di -20°C .
  • Kelebihan: Mampu menentukan serotipe virus dan (pada Real-time PCR) mengukur titer atau kuantitas virus .

C. Isolasi Virus#

  • Waktu: 1-5 hari (fase viremia) .
  • Spesimen: Serum, plasma, sel darah tepi (PBMC), dan jaringan (saat otopsi) . Spesimen harus dijaga rantai dinginnya secara ketat .
  • Kultur Sel: Umumnya menggunakan garis sel nyamuk (C6/36 atau AP61) .
  • Kekurangan: Membutuhkan waktu lama (1-2 minggu), fasilitas khusus (laboratorium BSL-2/BSL-3), dan keahlian teknis tinggi .

2. Metode Deteksi Tidak Langsung / Serologi (Fase Konvalesen: Setelah Hari ke-5)#

Metode ini mengukur respons antibodi inang terhadap infeksi .

A. Deteksi IgM (MAC-ELISA)#

  • Waktu: Spesimen diambil 5 hari atau lebih setelah onset demam .
  • Infeksi Primer: IgM muncul lebih lambat, terdeteksi pada 50% pasien di hari ke 3-5, 80% di hari ke-5, dan 99% di hari ke-10 . Puncaknya sekitar 2 minggu, lalu menghilang ke tingkat yang tidak terdeteksi dalam 2-3 bulan .
  • Infeksi Sekunder: Kadar IgM jauh lebih rendah dan bahkan bisa tidak terdeteksi pada beberapa kasus, tergantung alat tes yang digunakan .
  • Catatan: Bisa terjadi hasil positif palsu akibat infeksi silang seperti malaria, leptospirosis, atau infeksi dengue masa lalu . Tidak bisa membedakan serotipe .

B. Deteksi IgG (IgG ELISA)#

  • Infeksi Primer: Terdeteksi pada titer rendah di akhir minggu pertama, lalu naik perlahan dan bertahan hingga beberapa bulan atau bahkan seumur hidup .
  • Infeksi Sekunder: IgG adalah antibodi dominan, muncul sangat cepat dengan titer yang tinggi bahkan pada fase akut, serta reaktif silang terhadap flavivirus lain . Bertahan 10 bulan hingga seumur hidup .
  • Diagnosis Aktif: Peningkatan titer IgG minimal 4 kali lipat pada pasangan serum (akut dan konvalesen) mengindikasikan infeksi flavivirus baru .

C. Rasio IgM/IgG#

Digunakan untuk membedakan infeksi primer dan sekunder (lebih lazim dipakai dibanding uji HI) :

  • Primer: Jika rasio IgM/IgG > 1.2 (pada serum 1/100) atau > 1.4 (pada serum 1/20) .
  • Sekunder: Jika rasio < 1.2 atau 1.4 .

D. Deteksi IgA#

  • Kinetika: Muncul 1 hari setelah IgM, memuncak sekitar hari ke-8, dan menurun cepat hingga tidak terdeteksi di hari ke-40 . Titernya secara umum lebih rendah dari IgM .

E. Uji Haemagglutination-Inhibition (HI)#

  • Prinsip: Mengukur kemampuan antibodi menghambat aglutinasi sel darah merah oleh antigen dengue .
  • Syarat: Membutuhkan pasangan serum akut (saat masuk RS) dan konvalesen (keluar RS) dengan interval >7 hari .
  • Kekurangan: Tidak membedakan infeksi flavivirus yang berkerabat dekat (seperti Japanese encephalitis) dan tidak membedakan isotipe imunoglobulin .
  • Infeksi Sekunder: Titer antibodi HI naik dengan sangat cepat, biasanya melebihi 1:1280 .

3. Uji Netralisasi (PRNT & Mikronetralisasi)#

  • Fungsi: Sering digunakan dalam uji coba klinis dan pengawasan untuk mengukur kekebalan protektif .
  • Kekurangan: PRNT bersifat padat karya (labour-intensive) dan hasilnya dapat bervariasi antar laboratorium jika tidak diuji pada kondisi standar .

4. Tes Hematologi (Pendukung Klinis)#

  • Trombosit (Platelet): Penurunan hingga di bawah 100.000/µL lazim diobservasi pada rentang hari ke-3 hingga ke-8, dan merupakan fitur konstan pada Demam Berdarah Dengue .
  • Hematokrit (Hemokonsentrasi): Peningkatan hematokrit sebesar 20% atau lebih (dibandingkan nilai konvalesen) adalah penanda hipovolemia akibat permeabilitas vaskular dan kebocoran plasma .

Tabel 4.1: Ringkasan Karakteristik Operasional dan Komparasi Metode Diagnosis Dengue#

Diagnostic Methods (Metode Diagnosis)Diagnosis of Acute Infection (Diagnosis Infeksi Akut)Time to Results (Waktu hingga Hasil)Specimen (Spesimen)Time of Collection After Onset of Symptoms (Waktu Pengambilan Pasca-Gejala)Facilities (Fasilitas yang Dibutuhkan)
Viral isolation and serotype identificationConfirmed1–2 weeksWhole blood, serum, tissues1–5 daysMosquito or cell culture facilities, BSL-2/BSL-3<sup>a</sup> laboratory, fluorescence microscope or molecular biology equipment
Nucleic acid detectionConfirmed1 or 2 daysTissues, whole blood, serum, plasma1–5 daysBSL-2 laboratory, equipment for molecular biology
Antigen detection (Serum)Not yet determined1 daySerum1–6 daysELISA facilities
Antigen detection (Tissue)Confirmed>1 dayTissue for immunochemistryNAFacilities for histology
IgM ELISAProbable1–2 daysSerum, plasma, whole bloodAfter 5 daysELISA facilities
IgM rapid testProbable30 minutesSerum, plasma, whole bloodAfter 5 daysNo additional supplies
IgG (paired sera) (by ELISA, HI or neutralization test)Confirmed7 days or moreSerum, plasma, whole bloodAcute sera, 1–5 days;<br>convalescent after 15 daysELISA facilities;<br>BSL-2 laboratory for neutralization assay

Keterangan Tambahan:

  • Persyaratan laboratorium (BSL-2/BSL-3) mungkin bervariasi sesuai dengan kebijakan nasional masing-masing negara.* (Catatan: Untuk baris yang digabungkan di gambar asli seperti Antigen dan IgM, datanya telah dipecah secara berurutan agar tabel Markdown dapat dirender dengan sempurna di semua platform).