Diagnosis Laboratorium Dengue#
Dokumen ini memberikan panduan komprehensif mengenai metode diagnosis laboratorium untuk infeksi virus Dengue . Pemilihan metode sangat bergantung pada waktu pengumpulan sampel (fase akut vs konvalesen), tujuan (klinis, wabah, atau penelitian), serta ketersediaan fasilitas .
1. Metode Deteksi Langsung (Fase Akut: Hari 1 - 5)#
Metode ini digunakan untuk mendeteksi virus, asam nukleat (RNA), atau antigen secara langsung selama fase viremia (sebelum hari ke-5) .
A. Deteksi Antigen NS1#
- Fungsi: Mendeteksi glikoprotein NS1 yang diproduksi oleh semua flavivirus .
- Waktu: Idealnya sebelum hari ke-5, namun dalam bentuk kompleks imun masih dapat dideteksi hingga hari ke-9 pada infeksi primer maupun sekunder . Pada beberapa pasien, NS1 terdeteksi beberapa hari setelah demam turun (defervescence) .
- Kelebihan: Hasil cepat (dalam beberapa jam) dan dapat digunakan di laboratorium dengan perlengkapan terbatas .
B. Deteksi Asam Nukleat (RNA) / PCR#
- Waktu: 1-5 hari setelah onset gejala .
- Metode: Melibatkan RT-PCR, Real-time RT-PCR, atau Isothermal Amplification (NASBA) .
- Sensitivitas: Sangat tinggi (80%-100% dibandingkan isolasi virus), dengan hasil yang cepat (24-48 jam) .
- Syarat Sampel: RNA bersifat tidak stabil terhadap panas (heat-labile) . Sampel harus didinginkan (+4°C hingga +8°C) untuk penyimpanan <24 jam, atau dibekukan di -70°C . Tidak direkomendasikan menyimpan di -20°C .
- Kelebihan: Mampu menentukan serotipe virus dan (pada Real-time PCR) mengukur titer atau kuantitas virus .
C. Isolasi Virus#
- Waktu: 1-5 hari (fase viremia) .
- Spesimen: Serum, plasma, sel darah tepi (PBMC), dan jaringan (saat otopsi) . Spesimen harus dijaga rantai dinginnya secara ketat .
- Kultur Sel: Umumnya menggunakan garis sel nyamuk (C6/36 atau AP61) .
- Kekurangan: Membutuhkan waktu lama (1-2 minggu), fasilitas khusus (laboratorium BSL-2/BSL-3), dan keahlian teknis tinggi .
2. Metode Deteksi Tidak Langsung / Serologi (Fase Konvalesen: Setelah Hari ke-5)#
Metode ini mengukur respons antibodi inang terhadap infeksi .
A. Deteksi IgM (MAC-ELISA)#
- Waktu: Spesimen diambil 5 hari atau lebih setelah onset demam .
- Infeksi Primer: IgM muncul lebih lambat, terdeteksi pada 50% pasien di hari ke 3-5, 80% di hari ke-5, dan 99% di hari ke-10 . Puncaknya sekitar 2 minggu, lalu menghilang ke tingkat yang tidak terdeteksi dalam 2-3 bulan .
- Infeksi Sekunder: Kadar IgM jauh lebih rendah dan bahkan bisa tidak terdeteksi pada beberapa kasus, tergantung alat tes yang digunakan .
- Catatan: Bisa terjadi hasil positif palsu akibat infeksi silang seperti malaria, leptospirosis, atau infeksi dengue masa lalu . Tidak bisa membedakan serotipe .
B. Deteksi IgG (IgG ELISA)#
- Infeksi Primer: Terdeteksi pada titer rendah di akhir minggu pertama, lalu naik perlahan dan bertahan hingga beberapa bulan atau bahkan seumur hidup .
- Infeksi Sekunder: IgG adalah antibodi dominan, muncul sangat cepat dengan titer yang tinggi bahkan pada fase akut, serta reaktif silang terhadap flavivirus lain . Bertahan 10 bulan hingga seumur hidup .
- Diagnosis Aktif: Peningkatan titer IgG minimal 4 kali lipat pada pasangan serum (akut dan konvalesen) mengindikasikan infeksi flavivirus baru .
C. Rasio IgM/IgG#
Digunakan untuk membedakan infeksi primer dan sekunder (lebih lazim dipakai dibanding uji HI) :
- Primer: Jika rasio IgM/IgG > 1.2 (pada serum 1/100) atau > 1.4 (pada serum 1/20) .
- Sekunder: Jika rasio < 1.2 atau 1.4 .
D. Deteksi IgA#
- Kinetika: Muncul 1 hari setelah IgM, memuncak sekitar hari ke-8, dan menurun cepat hingga tidak terdeteksi di hari ke-40 . Titernya secara umum lebih rendah dari IgM .
E. Uji Haemagglutination-Inhibition (HI)#
- Prinsip: Mengukur kemampuan antibodi menghambat aglutinasi sel darah merah oleh antigen dengue .
- Syarat: Membutuhkan pasangan serum akut (saat masuk RS) dan konvalesen (keluar RS) dengan interval >7 hari .
- Kekurangan: Tidak membedakan infeksi flavivirus yang berkerabat dekat (seperti Japanese encephalitis) dan tidak membedakan isotipe imunoglobulin .
- Infeksi Sekunder: Titer antibodi HI naik dengan sangat cepat, biasanya melebihi 1:1280 .
3. Uji Netralisasi (PRNT & Mikronetralisasi)#
- Fungsi: Sering digunakan dalam uji coba klinis dan pengawasan untuk mengukur kekebalan protektif .
- Kekurangan: PRNT bersifat padat karya (labour-intensive) dan hasilnya dapat bervariasi antar laboratorium jika tidak diuji pada kondisi standar .
4. Tes Hematologi (Pendukung Klinis)#
- Trombosit (Platelet): Penurunan hingga di bawah 100.000/µL lazim diobservasi pada rentang hari ke-3 hingga ke-8, dan merupakan fitur konstan pada Demam Berdarah Dengue .
- Hematokrit (Hemokonsentrasi): Peningkatan hematokrit sebesar 20% atau lebih (dibandingkan nilai konvalesen) adalah penanda hipovolemia akibat permeabilitas vaskular dan kebocoran plasma .
Tabel 4.1: Ringkasan Karakteristik Operasional dan Komparasi Metode Diagnosis Dengue#
| Diagnostic Methods (Metode Diagnosis) | Diagnosis of Acute Infection (Diagnosis Infeksi Akut) | Time to Results (Waktu hingga Hasil) | Specimen (Spesimen) | Time of Collection After Onset of Symptoms (Waktu Pengambilan Pasca-Gejala) | Facilities (Fasilitas yang Dibutuhkan) |
|---|---|---|---|---|---|
| Viral isolation and serotype identification | Confirmed | 1–2 weeks | Whole blood, serum, tissues | 1–5 days | Mosquito or cell culture facilities, BSL-2/BSL-3<sup>a</sup> laboratory, fluorescence microscope or molecular biology equipment |
| Nucleic acid detection | Confirmed | 1 or 2 days | Tissues, whole blood, serum, plasma | 1–5 days | BSL-2 laboratory, equipment for molecular biology |
| Antigen detection (Serum) | Not yet determined | 1 day | Serum | 1–6 days | ELISA facilities |
| Antigen detection (Tissue) | Confirmed | >1 day | Tissue for immunochemistry | NA | Facilities for histology |
| IgM ELISA | Probable | 1–2 days | Serum, plasma, whole blood | After 5 days | ELISA facilities |
| IgM rapid test | Probable | 30 minutes | Serum, plasma, whole blood | After 5 days | No additional supplies |
| IgG (paired sera) (by ELISA, HI or neutralization test) | Confirmed | 7 days or more | Serum, plasma, whole blood | Acute sera, 1–5 days;<br>convalescent after 15 days | ELISA facilities;<br>BSL-2 laboratory for neutralization assay |
Keterangan Tambahan:
- Persyaratan laboratorium (BSL-2/BSL-3) mungkin bervariasi sesuai dengan kebijakan nasional masing-masing negara.* (Catatan: Untuk baris yang digabungkan di gambar asli seperti Antigen dan IgM, datanya telah dipecah secara berurutan agar tabel Markdown dapat dirender dengan sempurna di semua platform).