JURNAL/ARTICLE
education

Leptospirosis vs Dengue

A
PenulisTim Redaksi
10 Oktober 2026
5 min read
Leptospirosis vs Dengue
"Di musim hujan, demam + mialgia + trombositopenia secara refleks dibaca sebagai dengue. Salah mengira leptospirosis sebagai dengue berarti menunda antibiotik yang menyelamatkan nyawa. Pola fase serta demam keduanya sebenarnya berbeda."

"Pasti DBD" yang ternyata lepto: mengenali leptospirosis di balik sindrom mirip dengue.

Artikel untuk dokter umum & internis · perkiraan waktu baca 5 menit

Taruhannya tidak simetris: salah menebak dengue → pantau cairan. Salah menebak lepto → antibiotik terlambat.

Dengue dan leptospirosis sama-sama bersirkulasi di daerah tropis dan gejala awalnya tumpang tindih, sehingga lepto kerap terbaca sebagai dengue — terutama saat wabah dengue. Bedanya: dengue dikelola suportif, sedangkan leptospirosis memerlukan antibiotik (doksisiklin / seftriakson) yang semakin efektif bila diberikan dini. Keterlambatan karena bias "dengue-sentris" berhubungan dengan prognosis yang lebih buruk.

Pola fase & demam: ini pembeda pertama yang sering diabaikan

Keduanya "memiliki fase demam", tetapi bentuk kurva demamnya berbeda. Mengenali pola ini sejak anamnesis sering lebih cepat daripada menunggu serologi.

DENGUE — 3 fase

Demam turun = justru waspada

Febris (hari 1–3): demam tinggi mendadak, sering bifasik "saddleback".

Kritis (hari 3–7, saat demam turun): 24–48 jam kebocoran plasma — bahaya justru di sini.

Penyembuhan: reabsorpsi cairan, ruam konvalesens.

LEPTOSPIROSIS — bifasik

Demam "dua gelombang"

Inkubasi 7–14 hari (paparan air/banjir).

Septikemik/leptospiremik (~4–7 hari): demam tinggi mendadak, menggigil, nyeri kepala, mialgia hebat.

Jeda afebris singkat 1–3 hari.

Imun (hari ~6–12, durasi 4–30 hari): demam & gejala kambuh, keterlibatan organ (ginjal, hati, paru, meningitis).

Kunci pola demam: pada dengue, perburukan (kebocoran plasma) muncul saat demam turun di hari 3–7. Pada leptospirosis, justru kembalinya demam setelah jeda singkat menandai fase imun — dan di situlah kegagalan organ (Weil, perdarahan paru) terjadi. Jadi "demam yang balik lagi setelah sempat reda" lebih khas lepto daripada dengue.

Petunjuk klinis yang mengarah ke leptospirosis

Conjunctival suffusionKemerahan konjungtiva intens tanpa sekret purulen — temuan paling khas, jarang pada penyakit lain. Nyeri betis hebatNyeri tekan otot betis & punggung bawah sangat khas pada fase awal lepto.
Riwayat paparanAir banjir, sawah, selokan, hewan pengerat — wajib digali di musim hujan. Ikterus + AKI (sindrom Weil)Ikterus "oranye", gangguan ginjal, kadang perdarahan paru — bentuk berat lepto.
Batuk & keterlibatan paruBatuk lebih sering pada lepto; perdarahan paru adalah penyebab kematian utama pada lepto berat.

Sebaliknya, ruam/eksantema, purpura, nyeri retro-orbital menonjol, dan kebocoran plasma dengan hematokrit naik lebih mengarah ke dengue.

Pembeda laboratorium: hitung leukosit adalah kuncinya

Di sinilah klinis dengue bertemu lepto. Pada dengue, leukopenia adalah penanda khas. Pada leptospirosis, pola sebaliknya.

Parameter Dengue Leptospirosis
Leukosit Leukopenia (neutropenia) Leukositosis + neutrofilia (absennya leukopenia membedakan dari dengue)
Trombosit Turun tajam Juga turun (hari 3–5) — tidak membedakan keduanya
Hematokrit Naik (hemokonsentrasi) Cenderung turun / anemia
Bilirubin Umumnya normal Meningkat (ikterus)
Kreatinin / ginjal Umumnya normal (kecuali syok) Meningkat (AKI)
CRP Relatif rendah (viral) Tinggi — penanda pembeda yang mudah didapat
CPK Normal Meningkat (miositis)

Satu kalimat yang menyelamatkan diagnosis

Dalam studi kasus-kontrol (72 lepto vs 216 dengue), yang secara independen mengarah ke leptospirosis adalah leukosit, bilirubin, dan CRP yang tinggi; sementara eksantema, purpura, dan neutropenia mengarah ke dengue. Jadi: demam mirip dengue + leukosit TINGGI + CRP tinggi + nyeri betis + riwayat air banjir → pikirkan lepto, dan jangan tunda antibiotik menunggu serologi.

Catatan terapi & jebakan yang sama

Leptospirosis diterapi antibiotik: doksisiklin oral pada kasus ringan, seftriakson/sefotaksim atau penisilin IV pada kasus berat — makin dini makin baik, berdasarkan kecurigaan klinis tanpa menunggu konfirmasi. Konfirmasi: PCR pada fase awal, serologi IgM/MAT (sering baru positif setelah 5–7 hari, bahkan bisa terlambat).

Jebakan bersama: baik dengue maupun leptospirosis bisa memburuk dengan kelebihan cairan. Pada keduanya, pemberian cairan IV harus dipantau ketat — terutama lepto dengan keterlibatan paru/ginjal, di mana overload memperberat perdarahan paru dan edema. Dan ingat: keduanya bisa terjadi bersamaan (ko-infeksi); menemukan satu penyakit tidak menyingkirkan yang lain.

Pesan untuk dibawa pulang

1. Di musim hujan, demam mirip dengue + riwayat paparan air = curigai lepto. Apabila salah mendiagnosis bisa memperburuk outcome: lepto butuh antibiotik dini.
2. Pola fase berbeda: dengue memburuk saat demam turun (hari 3–7); lepto memburuk saat demam kembali di fase imun.
3. Hitung leukosit adalah pembeda cepat: leukopenia → dengue; leukositosis + neutrofilia → lepto. Trombositopenia ada di keduanya.
4. Cari conjunctival suffusion, nyeri betis, ikterus + AKI, bilirubin/CRP/CPK tinggi — semuanya mengarah lepto.
5. Jangan tunda doksisiklin/seftriakson menunggu serologi. Pantau cairan ketat pada keduanya; waspadai ko-infeksi.

Latih pembedaan ini lewat simulasi kasus

Uji penilaian Anda membedakan demam tropis mirip dengue pada kasus interaktif, lalu dalami protokolnya.

Simulasi Kasus Dengue Protokol Leptospirosis Protokol Tropical Fever Protokol Dengue

Referensi

  1. Le Turnier P, et al. Usefulness of C-Reactive Protein in Differentiating Acute Leptospirosis and Dengue Fever in French Guiana. Open Forum Infect Dis. 2019;6(9):ofz323. PMC6735690
  2. Reller ME, et al. Leptospirosis Misdiagnosed as Dengue, Puerto Rico, 2010. Emerg Infect Dis. 2012;18(5). CDC EID
  3. Rajapakse S, et al. A diagnostic scoring model for leptospirosis / clinical & haematological features (Sri Lanka cohort, n=201). Int Arch Med. 2014;7:31. doi.org
  4. Leptospirosis — clinical presentation, biphasic course, Weil syndrome. MSD/Merck Manual, Professional Edition. msdmanuals.com
  5. Life-Threatening Conditions with Mucocutaneous Findings: Leptospirosis (conjunctival suffusion, calf myalgia). PMC. PMC7123152
  6. World Health Organization. Dengue: Guidelines for Diagnosis, Treatment, Prevention and Control. 2009 (fase febris, kritis, penyembuhan). who.int
Catatan. Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pedoman nasional/rumah sakit setempat serta penilaian klinis langsung. Tidak ada satu temuan pun yang berdiri sendiri — diagnosis didasarkan pada gabungan epidemiologi, klinis, laboratorium, dan konfirmasi (PCR/serologi). Bila ragu di daerah ko-sirkulasi, memulai antibiotik empiris untuk lepto sambil memantau dengue adalah sikap yang aman.
Topik Terkait
#Medis#Update#Jurnal