Clinical Hub

Hub Informasi Sepsis

Sepsis adalah disfungsi organ yang mengancam nyawa akibat respons imun yang kacau terhadap infeksi, di mana tubuh justru berbalik merusak jaringannya sendiri.

Alert Klinis / Epidemiologi

https://infeksiemerging.kemkes.go.id/weekly-update/perkembangan-situasi-penyakit-infeksi-emerging-minggu-epidemiologi-ke-11-tahun-2026Selengkapnya →

Ringkasan Klinis

Definisi Klinis

  • Sepsis: Disfungsi organ yang mengancam jiwa akibat disregulasi respons imun pejamu terhadap infeksi.
  • Syok Septik: Kondisi sepsis di mana kelainan sirkulasi dan metabolik seluler sangat berat. Ditandai secara klinis dengan:
    • Kebutuhan vasopresor untuk mempertahankan MAP ≥ 65 mmHg.
    • Kadar Laktat serum > 2 mmol/L (18 mg/dL) meskipun telah dilakukan resusitasi cairan yang adekuat.

Skrining dan Kriteria Diagnosis

Alat Skrining Awal

  • NEWS (National Early Warning Score) / MEWS: Lebih direkomendasikan daripada qSOFA sebagai alat skrining tunggal karena memiliki sensitivitas yang lebih tinggi untuk deteksi dini.
  • qSOFA (Quick SOFA): Terdiri dari (1) Laju napas ≥ 22x/mnt, (2) Perubahan status mental/GCS < 15, (3) TD Sistolik ≤ 100 mmHg. Saat ini qSOFA tidak lagi disarankan sebagai alat skrining mandiri yang utama.

Kriteria Diagnosis (SOFA Score)

Disfungsi organ dikonfirmasi dengan peningkatan skor SOFA ≥ 2 poin. Komponen SOFA meliputi:

  1. Respirasi: Rasio PaO2/FiO2.
  2. Koagulasi: Jumlah trombosit.
  3. Liver: Kadar bilirubin.
  4. Kardiovaskular: Tekanan darah rata-rata (MAP) atau kebutuhan vasopresor.
  5. Sistem Saraf Pusat: Glasgow Coma Scale (GCS).
  6. Ginjal: Kadar kreatinin atau output urin.

Pemeriksaan Penunjang

Pemeriksaan harus dilakukan segera (idealnya dalam 1 jam pertama):

  • Kadar Laktat Serum: Diukur segera sebagai penanda hipoperfusi jaringan. Ukur ulang jika laktat awal > 2 mmol/L.
  • Kultur Mikrobiologi: Ambil minimal 2 set kultur darah (aerob dan anaerob) sebelum pemberian antibiotik.
  • Laboratorium Rutin: Darah lengkap, fungsi ginjal (Ureum/Kreatinin), fungsi hati (SGOT/SGPT, Bilirubin), elektrolit, dan profil koagulasi.
  • Procalcitonin (PCT): Digunakan terutama untuk membantu keputusan penghentian antibiotik (de-escalation), bukan sebagai penentu utama untuk memulai antibiotik.
  • Pencarian Sumber: Pencitraan (Rontgen thoraks, USG abdomen, atau CT scan) sesuai kecurigaan fokus infeksi.

Tatalaksana (Bundel Resusitasi)

A. Resusitasi Cairan Awal

  • Volume: Berikan minimal 30 mL/kg cairan kristaloid intravena dalam 3 jam pertama.
  • Jenis Cairan: Disarankan menggunakan kristaloid berimbang (balanced crystalloids seperti Ringer Laktat atau Asering) dibandingkan Normal Saline (NaCl 0.9%).
  • Target: Gunakan parameter dinamis (seperti Passive Leg Raising atau variasi tekanan nadi) untuk menilai kecukupan cairan.

B. Terapi Antimikroba & Kontrol Sumber

  • Waktu: * Syok Septik/Sepsis Pasti: Berikan antibiotik spektrum luas dalam 1 jam.
    • Sepsis Mungkin (Tanpa Syok): Penilaian cepat dalam 3 jam; berikan antibiotik jika infeksi tetap dicurigai.
  • Kontrol Sumber: Identifikasi fokus infeksi (abses, jaringan nekrotik) dan lakukan tindakan definitif (drainase/debridemen) sesegera mungkin.

C. Terapi Vasoaktif (Jika MAP < 65 mmHg)

  1. Lini Pertama: Norepinefrin (Target MAP ≥ 65 mmHg).
  2. Lini Kedua: Tambahkan Vasopressin jika dosis norepinefrin sudah mencapai rentang 0.25–0.5 mcg/kg/menit.
  3. Inotropik: Gunakan Dobutamin pada pasien dengan tanda hipoperfusi persisten meskipun status cairan dan MAP sudah optimal (disfungsi miokard).

5. Terapi Adjuvan

  • Kortikosteroid: Berikan Hidrokortison intravena dosis 200 mg/hari (50 mg tiap 6 jam atau infus kontinu) hanya pada pasien syok septik yang memerlukan vasopresor dosis tinggi secara persisten.
  • Target Glukosa: Mulai insulin jika kadar gula darah ≥ 180 mg/dL (Target: 140–180 mg/dL).
  • Transfusi: Target Hemoglobin (Hb) adalah > 7.0 g/dL (kecuali pada perdarahan akut atau iskemia miokard).

Guideline Utama

2021 Surviving Sepsis Campaign

2025 NICE Sepsis Guideline

2026 Surviving Sepsis Campaign

Riset Terbaru

Interactive Tool

Sepsis Clinical Tool

Total Skor NEWS2
0
Low Risk
Monitor Rutin
*Skor 5-6 atau skor 3 pada satu parameter = Waspada Sepsis.

Agenda & Kegiatan Terkait

Event

PIT PAPDI V Surakarta 2026

23 Januari 2026
Harris Hotel & Convention, Surakarta
Daftar Sekarang