Clinical Hub

Hub Informasi Tetanus

Tetanus adalah intoksikasi neurotoksin akut yang memblokir mekanisme inhibisi saraf pusat, memicu badai kejang otot spastik ekstrem yang dapat berujung pada gagal napas fatal.

Ringkasan Klinis

1. Definisi

Tetanus adalah infeksi serius dan darurat medis yang disebabkan oleh bakteri Clostridium tetani. Spora bakteri ini ditemukan di lingkungan (tanah, debu, kotoran) dan masuk ke tubuh melalui kulit yang rusak. Bakteri ini memproduksi toksin yang menyerang sistem saraf. Penyakit ini sering disebut sebagai "lockjaw" karena menyebabkan kekakuan otot rahang yang parah.

2. Kriteria Diagnosis

Diagnosis tetanus sepenuhnya bersifat klinis. Penyakit ini tidak menular dari orang ke orang.

A. Anamnesis (Riwayat)

  • Riwayat cedera atau luka (tertusuk paku, luka kotor, luka bakar, dll).
  • Status vaksinasi tetanus yang tidak lengkap atau tidak diketahui.
  • Masa inkubasi rata-rata 8 hari (kisaran 3 hingga 21 hari).

B. Gejala Klinis (Tanda Utama)

  1. Trismus (Lockjaw): Kejang atau kram pada otot rahang (tanda utama).
  2. Disfagia: Kesulitan menelan.
  3. Kekakuan Otot: Terjadi di seluruh tubuh, seringkali menyakitkan.
  4. Kejang Otot: Tiba-tiba (sering di perut) atau kejang tubuh (jerking).
  5. Gejala Otonom: Demam, berkeringat, perubahan tekanan darah, dan detak jantung cepat (takikardia).

3. Pemeriksaan Penunjang

Berdasarkan pedoman CDC:

  • Tidak ada tes laboratorium yang dapat mengonfirmasi diagnosis tetanus.
  • Diagnosis ditegakkan semata-mata berdasarkan pemeriksaan fisik dan riwayat klinis pasien.

4. Tatalaksana dan Pencegahan

A. Pengobatan (Kasus Aktif)

Tetanus memerlukan perawatan intensif di rumah sakit (ICU). Langkah pengobatan meliputi:

  1. Human Tetanus Immune Globulin (TIG): Diberikan untuk menetralkan racun (toksin) yang belum terikat ke saraf.
  2. Perawatan Luka (Debridement): Membersihkan luka secara agresif dan membuang jaringan mati untuk menghilangkan sumber spora bakteri.
  3. Farmakoterapi:
    • Antibiotik.
    • Obat penenang otot (muscle relaxants) untuk mengontrol kekakuan.
  4. Vaksinasi Tetanus: Penderita harus segera divaksinasi karena infeksi tetanus tidak memberikan kekebalan alami pasca-sakit.

B. Profilaksis Pasca Luka (Pencegahan)

Keputusan pemberian Vaksin (Td/Tdap) dan TIG didasarkan pada kondisi luka dan riwayat vaksinasi pasien.

Tabel Panduan Vaksinasi & TIG pada Manajemen Luka:

Riwayat Vaksinasi TetanusLuka Bersih & KecilLuka Bersih & KecilLuka Lain (Kotor/Besar)*Luka Lain (Kotor/Besar)*
(Jumlah Dosis)Perlu Vaksin?Perlu TIG?Perlu Vaksin?Perlu TIG?
Tidak diketahui atau < 3 dosisYATIDAKYAYA
≥ 3 dosis (Lengkap)TIDAK⁽¹⁾TIDAKTIDAK⁽²⁾TIDAK⁽³⁾

Keterangan Tabel:

  • *Luka Lain (Kotor/Besar): Meliputi luka terkontaminasi (tanah, tinja, air liur), luka tusuk, avulsi, luka tembak, crush injury, luka bakar, dan frostbite.
  • (1): Vaksin diberikan jika sudah > 10 tahun sejak dosis terakhir.
  • (2): Vaksin diberikan jika sudah > 5 tahun sejak dosis terakhir.
  • (3): Pengecualian untuk pasien dengan HIV atau imunodefisiensi berat: Jika memiliki luka kotor, wajib diberikan TIG terlepas dari riwayat vaksinasinya.

Guideline Utama

2010 WHO Current recommendations for treatment of tetanus

2025 CDC Tetanus

2025 Tetanus: Recognition and Management

2026 Guidance on the Management of Suspected Tetanus Cases and Tetanus-Prone Wounds

Riset Terbaru

Interactive Tool

Tetanus Clinical Tool

1. Penilaian Gejala (Ablett)

Disfagia (Sulit Menelan)
Apnea / Gangguan Napas
Badai Otonom (Tensi/Nadi Fluktuatif)

2. Protokol Terapi (WHO 2010)

Human TIG
Pilihan
500 IU (IM/IV)
Netralisasi toksin. Berikan segera! Di sisi lain berikan Vaksin TT (0.5cc). [2010_WHO_tetanus.md]
Metronidazole
500 mg IV/Oral tiap 6 jam
Antibiotik pilihan utama untuk eradikasi bakteri Clostridium. [2010_WHO_tetanus.md]
Diazepam
Titrasi dosis (mulai 5mg)
Kontrol spasme. Hati-hati depresi napas (siapkan ventilator). [2010_WHO_tetanus.md]
Magnesium Sulfat
Loading 5g, lalu 2-3g/jam
Untuk kontrol spasme & disfungsi otonom. Monitor refleks patella! [2010_WHO_tetanus.md]

Agenda & Kegiatan Terkait

Belum ada agenda kegiatan untuk topik ini.