Clinical Hub

Hub Informasi HIV

HIV adalah retrovirus yang secara sistematis membajak dan menghancurkan sel T CD4+, menyebabkan runtuhnya pertahanan imun tubuh terhadap infeksi oportunistik yang mematikan.

Ringkasan Klinis

1. Definisi

  • HIV (Human Immunodeficiency Virus): Virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh yang dapat menyebabkan AIDS.
  • AIDS (Acquired Immuno-Deficiency Syndrome): Sekumpulan gejala dan tanda infeksi yang berhubungan dengan penurunan sistem kekebalan tubuh yang didapat karena infeksi HIV.
  • IMS (Infeksi Menular Seksual): Infeksi yang ditularkan melalui hubungan seksual secara vaginal, anal, dan oral.
  • ODHIV: Orang Dengan HIV.
  • Eliminasi: Upaya pengurangan penyakit secara berkesinambungan sehingga angka kesakitan dapat ditekan serendah mungkin.

2. Kriteria Diagnosis

Diagnosis HIV ditegakkan berdasarkan pemeriksaan laboratorium (serologis atau virologis).

A. Diagnosis pada Dewasa dan Anak Usia $\ge$ 18 Bulan

Diagnosis dinyatakan positif apabila terdapat hasil reaktif pada 3 (tiga) jenis pemeriksaan serologis dengan metode atau reagen yang berbeda.

B. Diagnosis pada Anak Usia < 18 Bulan

  • Pemeriksaan Virologis (Prioritas): Menggunakan PCR DNA HIV (rekomendasi utama) atau PCR RNA HIV (Viral Load). Dilakukan sesegera mungkin pada usia 4-6 minggu.

  • Diagnosis Presumtif (Jika virologis tidak tersedia): Diagnosis presumtif ditegakkan jika Serologis Reaktif DAN terdapat minimal 2 gejala berikut:

    • Oral thrush
    • Pneumonia berat
    • Sepsis berat

    ATAU terdapat penyakit indikator AIDS (Pneumonia pneumocystis, meningitis kriptokokus, gizi buruk, dll).


3. Pemeriksaan Penunjang

A. Pemeriksaan Diagnostik HIV

  1. Serologis:
    • Rapid Diagnostic Test (RDT)
    • Enzyme Immuno Assay (EIA)
    • Syarat reagen: Sensitivitas reagen-1 $\ge$ 99%, Spesifisitas reagen-2 $\ge$ 98%, Spesifisitas reagen-3 $\ge$ 99%.
  2. Virologis:
    • DNA HIV (Kualitatif): Untuk diagnosis bayi/anak < 18 bulan.
    • RNA HIV (Kuantitatif/Viral Load): Untuk diagnosis bayi, konfirmasi hasil inkonklusif, dan pemantauan pengobatan.

B. Pemeriksaan Penunjang Lain (Pemantauan & Komorbid)

  • Viral Load (VL) HIV: Pemeriksaan baku emas untuk memantau keberhasilan pengobatan ARV. Dilakukan pada bulan ke-6, ke-12, dan selanjutnya setiap 12 bulan.
  • CD4: Untuk menentukan stadium imunologis dan indikasi profilaksis infeksi oportunistik.
  • Skrining TBC: Foto Toraks dan pemeriksaan gejala klinis.
  • Skrining IMS: Sifilis (TP Rapid/RPR), Gonore, Hepatitis B (HBsAg), dan Hepatitis C (Anti-HCV).

4. Tatalaksana (Manajemen Kasus)

Prinsip utama: Pengobatan ARV diberikan segera (Treat All) pada semua ODHIV tanpa memandang stadium klinis dan nilai CD4.

A. Waktu Memulai ARV

  • Prinsip: ARV diberikan pada hari yang sama dengan tegaknya diagnosis atau selambat-lambatnya hari ke-7.
  • Pada Koinfeksi TBC: Obat TBC dimulai terlebih dahulu. ARV dimulai sesegera mungkin dalam 2 minggu pertama pengobatan TBC (kecuali meningitis TBC, tunda 4-8 minggu).

B. Regimen ARV Lini Pertama

Tabel 1. Regimen ARV Dewasa dan Remaja

Kondisi PasienRegimen PilihanRegimen Alternatif
Semua Dewasa & RemajaTDF + 3TC + DTGTDF + 3TC + EFV600<br>TDF + 3TC + EFV400
Koinfeksi TBCTDF + 3TC + EFV600TDF + 3TC + DTG (dosis DTG ditambah menjadi 2x50mg)

Tabel 2. Regimen ARV Anak Usia 3 - 10 Tahun

KondisiPilihan UtamaAlternatif
Usia 3 - 10 TahunABC + 3TC + DTG<br>AZT + 3TC + DTGABC + 3TC + EFV<br>AZT + 3TC + EFV<br>TDF + 3TC + DTG

Tabel 3. Regimen ARV Anak Usia < 3 Tahun

KondisiPilihan UtamaAlternatif
Usia < 3 Tahun(ABC atau AZT) + 3TC + LPV/r(ABC atau AZT) + 3TC + DTG<br>(ABC atau AZT) + 3TC + NVP

C. Profilaksis Infeksi Oportunistik

  1. Kotrimoksazol:
    • Diberikan pada stadium klinis 3, 4 atau CD4 < 200 sel/mm³.
    • Dosis: 1 x 960 mg/hari.
    • Diberikan pada semua bayi lahir dari ibu HIV sejak usia 6 minggu.
  2. Terapi Pencegahan TBC (TPT):
    • Diberikan pada semua ODHIV tanpa tanda TBC aktif.
    • Pilihan: Isoniazid (INH) 6 bulan atau 3HP (Isoniazid + Rifapentine) mingguan selama 3 bulan.

D. Pencegahan Penularan Ibu ke Anak (PPIA)

  • Ibu Hamil: Wajib ARV seumur hidup.
  • Bayi: Mendapatkan Profilaksis ARV mulai usia 6-12 jam pasca lahir (maksimal 72 jam).
    • Bayi dengan Susu Formula: Zidovudin selama 6 minggu.
    • Bayi dengan ASI: Zidovudin + Nevirapin selama 6 minggu (Syarat: Ibu patuh ARV dan virus tersupresi).

E. Profilaksis Pasca Pajanan (PPP)

Diberikan pada kasus kecelakaan kerja (tertusuk jarum) atau kekerasan seksual.

  • Waktu: Segera, idealnya < 4 jam (maksimal 72 jam).
  • Durasi: 28 hari.
  • Regimen Dewasa: TDF + 3TC + DTG.

Guideline Utama

2022 Kemenkes PNPK Tatalaksana HIV

2025 WHO Guidelines Advanced HIV Disease

2026 Guidelines for the Use of Antiretroviral Agents in Adults and Adolescents With HIV

2026 Guidelines for the Prevention and Treatment of Opportunistic Infections in Adults and Adolescents With HIV

2025 WHO Updated Recommendations on HIV Clinical Management

Riset Terbaru

Interactive Tool

🏥 Kalkulator Klinis HIV

Prinsip: TPT diberikan pada ODHIV tanpa tanda TBC aktif. (Ref: Gambar 7.1 Permenkes 23/2022)

1. Skrining Gejala TBC

2. Kontraindikasi

Agenda & Kegiatan Terkait

Event

PIT PAPDI V Surakarta 2026

23 Januari 2026
Harris Hotel & Convention, Surakarta
Daftar Sekarang